
Jakarta-SuaraNusantara
Dari informasi yang beredar dikabarkan, ormas Front Pembela Islam (FPI) merencanakan pawai dari arah Cawang melewati lokasi kejadian ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Polisi berjaga-jaga mulai dari Rabu sore untuk mengamankan sepanjang jalan yang akan dilewati FPI, termasuk di dekat halte TransJakarta di Terminal Kampung Melayu.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setya Wasisto menyampaikan duka cita mendalam karena ternyata 3 anggota Polri yang gugur.
“Rekan-rekan Polri tadi bertugas untuk mengamankan ada sekelompok masyarakat yang akan melaksanakan pawai, tapi pawai belum lewat sudah terjadi ledakan,” kata dia.
Lebih lanjut Setya memastikan bahwa pelaku terdiri dari dua pria dan setelah dilakukan olah TKP diketahui pelaku melakukan bom bunuh diri. “Jenis bom saya belum memastikan,” ujar dia.
Namun Kadiv Humas Polri belum bisa memastikan bahwa serangan itu ditujukan untuk polisi. “Itu nanti hasil analisa lebih lanjut,” ujar dia.
Sekitar pukul 22.05, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kapolda Metro Jaya M Irawan sudah berada di kawasan lokasi ledakan. Sejumlah polisi melakukan pengaman lokasi ledakan guna mengumpulkan bahan bahan penyelidikan kejadian ledakan bom.
Saat kejadian, kawasan sekitar tergolong masih cukup padat. Terminal Kampung Melayu menjadi lokasi bus Transjakarta dan tempat mangkal berbagai angkutan umum lainnya berkumpul.
Humas PT Transjakarta Wibowo menginformasikan halte kawasan Kampung Melayu ditutup sementara. “Koridor 7 dialihkan menjadi Rambutan-UKI-Penas-Kebon Nanas-Putar Jatinegara-balik ke kebon Nanas lagi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (24/5/2017) malam.
Penulis: Yon K

















