
Nias Selatan-SuaraNusantara
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Nias Selatan fokus pada swasembada pangan. Hal itu juga merupakan gagasan Pemerintahan Jokowi-Jk yang sejalan dengan Visi Misi Pemerintah Kabupaten Nias Selatan yang tercantum dalam Program Siwa Sanuwu Sihono.
Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama (Dirut) BUMD Nias Selatan Robert Dakhi kepada SuaraNusantara, di Nias Selatan, beberapa waktu lalu
“BUMD saat ini akan fokus di bidang pertanian guna mencapai swasembada pangan sesuai dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Nias Selatan. Sesuai arahan Pak Bupati, satu rupiah pun uang Nias Selatan jangan sampai harus dibelanjakan keluar kecuali dalam kondisi terpaksa,” tutur Robert Dakhi.
Lebih lanjut Robert menyampaikan selama ini Nias Selatan dan bahkan se-Kepulauan Nias masih memiliki ketergantungan dengan daerah lain, terutama pada kebutuhan Palawija yang masih diimpor dari Sibolga.
“Ketergantungan masyarakat kita dengan daerah lain seperti Sibolga sangat tinggi, misalnya sayur mayor, walaupun itu hanya suatu produk yang sederhana tapi kita harus tetap produksi,” kata Robert.
Untuk mencapai hal demikian, Robert mengatakan akan menjalin kerjasama dengan instansi terkait dan memberdayakan masyarakat untuk pro aktif serta memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat terutama bagi kelompok tani dan budidaya.
“BUMD akan melakukan kerjasama dengan instansi terkait seperti Dinas Pertanian Nias Selatan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan Dinas Perindag, hal itu telah berlangsung supaya program yang dikerjakan selalu sejalan. Selain itu, kita akan memberdayakan masyarakat dan memberikan pelatihan-pelatihan yang baik tentang cara bertani yang bagus,” terangnya.
Terkait isu-isu yang beredar pada masyarakat bahwa BUMD Nias Selatan mengambil alih dan bersaing dengan para petani dan dinas, Robert menjelaskan BUMD Nias Selatan hadir untuk membangkitkan gairah sektoril dan menjalin kerjasama dengan masyarakat yang memiliki skill dan pengetahuan dalam bidangnya.
Selain itu, untuk memaksimalkan semua program yang telah dicanangkan oleh BUMD Nias Selatan harus dibarengi dengan anggaran yang yang maksimal. Anggaran yang tersedia saat ini masih mencapai Rp 2,5 miliar.
“Mengoptimalkam Rp 2,5 miliar itu harus penuh upaya. Sebenarnya itu masih kurang, kalau bisa Rp 40 miliar kita jalankan dengan baik,” tukas Robert Dakhi.
Dia berharap dengan program yang dijalankan oleh BUMD, masyarakat dapat lebih produktif untuk mensukseskan program Pemerintah Kabupaten Nias Selatan.
“Saya berharap masyarakat lebih produktif dalam mensukseskan program-program Pemerintah Kabupaten Nias Selatan. BUMD hadir bukan untuk menjadi saingan seperti isu-isu yang diembuskan selama ini, tapi BUMD hadir untuk meningkatkan gairah sektoril,” pungkasnya.
Penulis: Wilson Loi

















