Suaranusantara.com- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung angkat bicara soal banyaknya pelamar yang lulusan sarjana dalam melamar kerja sebagai petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).
Kata Pramono, memang lowongan kerja (loker) dibuka untuk lulusan SD. Namun, pihaknya tidak membedakan lulusan dan siapa pun yang mau melamar termasuk sarjana.
“Untuk PPSU mau sarjana, mau SD kami tidak membedakan. Tapi yang jelas syaratnya, Pergub-nya yang sudah saya tandatangani adalah SD,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat 11 Juli 2025.
Pramono juga membantah adanya fenomena sarjana melamar PPSU itu dikarenakan minimnya lapangan pekerjaan di Jakarta.
“Bukan minim, ya artinya karena syaratnya SD, ya syaratnya SD. Mau ada sarjana, mau Doktor Pramono Anung yang daftar juga sama aja kan gitu,” ujarnya.
Pramono mengatakan sebelum diputuskan siapa saja yang diterima sebagai PPSU, akan ada rapat yang dipimpin dirinya.
“Kami sekarang ini sedang menyerahkan Kepada tim sepenuhnya, nanti sebelum diputuskan tentunya akan diputuskan melaluo rapat bersama yang dipimpin oleh gubernur dan wakil gubernur,” kata Pramono.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka pendaftaran rekrutmen petugas PPSU secara serentak di 239 kelurahan di Jakarta sejak Selasa 23 Juni 2025.
Pendaftaran rekrutmen PPSU ditutup pada 26 Juni 2025. Proses selanjutnya adalah uji administrasi pada 27-30 Juni 2025, kemudian uji teknis pada 30 Juni-11 Juli 2025, dan pengumuman akhir pada 31 Juli 2025.
Di beberapa kelurahan, para sarjana turut ikut melamar lowongan PPSU. Salah satunya Kantor Kelurahan Cipayung, Jakarta Timur.
Pada Rabu 9 Juli 2025 Kantor Kelurahan Cipayung dipenuhi ratusan warga yang ingin melamar sebagai petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).
Warga yang datang melamar berjumlah ratusan, berasal dari beragam latar belakang, mulai dari mahasiswa aktif hingga korban pemutusan hubungan kerja (PHK).
Salah satu mahasiswa yang ikut melamar adalah Khoirunnisa, yang masih kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi sebuah kampus swasta.
Khoirunnisa tak menyangka lowongan PPSUÂ diminati banyak orang.Dia mengaku cukup kaget ketika melihat ratusan orang datang melamar, padahal yang dibutuhkan hanya enam orang.
Khoirunnisa mengaku sengaja melamar sebagai PPSU setelah terkena PHK. Dia butuh uang untuk membiayai kuliahnya.
“Saya tertarik melamar sebagai PPSU karena saya kena PHK dari kantor saya di Jakarta pas awal tahun. Kalau tidak ada pemasukan, saya sulit untuk bayar kuliah,” katanya di kantor Kelurahan Cipayung.
Setelah PHK, Nisa tak langsung melamar ke PPSU melainkan ke sejumlah perusahaan namun tak kunjung ada panggilan.
Lantaran tak kunjung ada panggilan, Nisa mencoba peruntungan melamar menjadi petugas PPSU.
“Sebelumnya sudah sering melamar kerja di bank, perusahaan bagian jasa, bidang lain juga, tapi belum ada panggilan apa-apa. Sekalinya ada panggilan abis itu gantung gitu aja,” ujar dia..


















Discussion about this post