Suaranusantara.com – Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan anggaran program Sekolah Rakyat mengalami peningkatakan yang cukup besar di APBN 2026.
Dia merinci bahwa anggaran program Sekolah Rakyat mencapai Rp 7 triliun. Anggaran itu akan diberikan kepada Kementerian Sosial hingga Kementerian Pekerjaan Umum.
“Tahun ini sekitar Rp 7 triliun untuk Kemensos maupun Kemen PU tidak semuanya di beliau, guru ada di Kemendikdasmen, ini kolaborasi semua. Tahun depan meningkat karena operating-nya 1 tahun untuk 200 sekolah yang akan berjalan,” kata Sri Mulyani, Sabtu (9/8/2025).
“Ya nanti seluruhnya, kalau anggaran keseluruhan, tapi tidak semuanya di Kemensos makanya kalau Pak Mensos bilang anggarannya sekian, anggaran di PU berbeda,” tambahnya.
Adapun alokasi anggarannya, tambah Sri Mulyani, akan berfokus pada biaya operasional mulai dari asrama, listrik, laptop hingga seragam.
“(Alokasi anggaran) akan fokus pada operating biaya operasional karena anak-anak mendapat tempat tinggal, listrik, air, internet, seragam, laptop itu tadi juga ada pemimpin asrama, guru pendamping, kepala sekolah, hingga guru pengajar masuk dalam operating,” ucap Sri Mulyani.
“Untuk tahun ini untuk 157 operating sudah harus disiapkan Agustus atau awal September, tahun depan mencapai 200 (sekolah rakyat) jadi dianggarkan pak presiden nanti tanggal 15 disampaikan APBN 2026 yang akan dibahas dengan DPR termasuk sekolah rakyat anggarannya meningkat cukup besar,”tambahnya.
Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan, bahwa penjelasan detail soal alokasi anggaran tahun 2026 akan disampaikan langsung Presiden RI Prabowo Subianto saat membahas APBN bersama DPR, pada 15 Agustus 2026 mendatang.


















Discussion about this post