Suaranusantara.com – Universitas Nias menyampaikan klarifikasi terkait beredarnya informasi dan video insiden kericuhan di Program Studi (Prodi) S1 Manajemen Fakultas Ekonomi pada Jumat (22/8/2025).
Pihak kampus menjelaskan, kericuhan bermula dari penolakan pendaftaran yudisium mahasiswa yang telah melewati batas waktu yang ditetapkan oleh fakultas.
Situasi tersebut menimbulkan ketegangan antara sejumlah mahasiswa dan pihak program studi, hingga berujung pada tindakan tidak semestinya, termasuk perusakan fasilitas meja kerja di ruang Prodi.
Sejumlah mahasiswa yang terlibat dalam insiden ini telah mengakui kesalahan mereka dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Penyelesaian masalah kemudian dilakukan secara internal melalui pertemuan kedua belah pihak yang difasilitasi Universitas Nias bersama perwakilan alumni.
“Mahasiswa menyampaikan permohonan maaf secara tertulis dan lisan, serta bersedia memperbaiki kerusakan yang terjadi. Ketua Prodi juga menerima permintaan maaf dan menyatakan bersedia memaafkan mahasiswa,” ungkap pihak Universitas Nias dalam keterangannya.
Pihak kampus menegaskan, insiden ini murni disebabkan oleh miskomunikasi terkait administrasi pendaftaran yudisium.
Meski begitu, Universitas Nias tetap tidak membenarkan tindakan para mahasiswa yang berujung pada kericuhan.
“Tindakan mahasiswa yang melakukan kericuhan tidak dapat dibenarkan. Mereka telah diberikan sanksi internal berupa surat pernyataan di atas materai serta kewajiban mengganti kerusakan fasilitas,” jelasnya.
Selain mahasiswa, dosen maupun tenaga kependidikan yang terlibat juga akan diberikan pembinaan sesuai pedoman kode etik yang berlaku.
“Proses pembinaan tersebut akan ditangani secara objektif melalui mekanisme Universitas dan Komisi Kode Etik, sebagai bagian dari penegakan aturan dan tata kelola lembaga,” lanjut pihak kampus.
Universitas Nias juga menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap mekanisme komunikasi dan tata kelola administrasi akademik agar informasi penting dapat tersampaikan lebih jelas, tepat waktu, dan transparan kepada mahasiswa.
Sebagai penutup, pihak kampus mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga tentang pentingnya komunikasi, kesabaran, serta penghormatan terhadap aturan dan tata tertib akademik.


















Discussion about this post