Suaranusantara.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengajukan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 sebesar Rp95,35 triliun. Angka tersebut meningkat 3,80 persen dari APBD tahun sebelumnya yang mencapai Rp91,86 triliun.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan penjelasan tersebut dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta pada Kamis (4/9/2025). Ia menjelaskan rancangan APBD 2026 mencakup tiga aspek utama, yaitu pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah.
Untuk sisi pendapatan, Pemprov menargetkan optimalisasi pajak daerah, retribusi, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta pendapatan asli daerah lainnya. Selain itu, pemerintah juga mengandalkan dana transfer dari pemerintah pusat.
Belanja daerah diprioritaskan untuk menyelesaikan persoalan kota dan melanjutkan sepuluh program kerja gubernur dan wakil gubernur. Fokus utamanya antara lain pembangunan proyek infrastruktur strategis, pelaksanaan Global City Program guna meningkatkan posisi Jakarta di tingkat dunia, serta penguatan fungsi ibu kota sebagai pusat bisnis internasional.
“Alokasi belanja juga diarahkan pada sektor pelayanan dasar yang langsung dirasakan warga, seperti pendidikan, kesehatan, serta program subsidi pangan melalui pengembangan urban farming,” kata Pramono.
Dari sisi pembiayaan, Pemprov akan memperluas sumber pendanaan melalui skema creative financing agar pembangunan lebih inklusif dan berkelanjutan. Pendekatan ini juga diharapkan membuka peluang keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung pembangunan Jakarta.
Selain membahas APBD, Pramono turut mengusulkan perubahan bentuk hukum Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PAM JAYA menjadi Perseroan Daerah (Perseroda). Menurutnya, status baru tersebut akan memberi keleluasaan lebih besar dalam mencari pendanaan non-APBD, menjalin kerja sama, dan menarik investasi.
“Dengan status Perseroda, PAM JAYA dapat bergerak lebih fleksibel sekaligus mempercepat penyediaan layanan air bersih perpipaan. Target kami, cakupan distribusi air minum di seluruh Jakarta bisa tercapai penuh pada 2029,” jelas Pramono.


















Discussion about this post