Suaranusantara.com – Keputusan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk tidak turun langsung menghadapi aksi massa di depan Gedung DPR RI menuai perhatian publik. Sejumlah aktivis mengkritik sikap tersebut, namun sebagian pihak menilai langkah itu sudah sesuai konteks.
Pengamat politik, Sugiyanto menilai aksi unjuk rasa besar beberapa waktu lalu memang ditujukan kepada DPR RI dan pemerintah pusat. “Sasaran utama massa adalah lembaga pusat, bukan pemerintah provinsi. Kalau gubernur turun langsung, bisa menimbulkan tafsir seakan mengambil alih panggung,” ujarnya, Selasa (2/9).
Menurutnya, perbandingan dengan Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X dan Gubernur Jawa Barat Desi Mulyadi tidak tepat. “Di Yogyakarta dan Jabar, sasaran massa adalah pemerintah daerah, sehingga wajar gubernurnya hadir. Kondisinya berbeda dengan Jakarta,” kata Sugiyanto.
Dalam pernyataannya di Balai Kota, 30 Agustus lalu, Gubernur Pramono menegaskan setiap pemimpin memiliki gaya berbeda dalam menangani krisis. “Kehadiran saya di tengah massa justru bisa memperkeruh suasana karena dianggap mengambil alih panggung yang bukan domain saya,” tegasnya.
Pramono menyebut sejak pagi dirinya bekerja di lapangan, meninjau titik-titik terdampak, berkoordinasi dengan Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya, serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan. Langkah itu, menurutnya, lebih efektif menjaga ketertiban dan keamanan kota.
Pemprov DKI mencatat kerugian infrastruktur akibat kericuhan mencapai Rp51,1 miliar. “Rinciannya meliputi MRT Rp3,3 miliar, Transjakarta Rp41,6 miliar, serta CCTV dan fasilitas umum Rp5,5 miliar,” ujar Pramono. Sebanyak 22 halte Transjakarta terdampak, enam terbakar dan 16 lainnya rusak.
Pemulihan ditargetkan selesai pada 8–9 September dengan dana kontinjensi yang diawasi kejaksaan. “Layanan Transjakarta dan MRT sudah normal sejak 1 September, bahkan digratiskan pada 31 Agustus–7 September. Kami juga memberikan perhatian khusus kepada keluarga almarhum Affan Kurniawan, korban jiwa dari kalangan pengemudi ojol,” kata Pramono.


















Discussion about this post