Suaranusantara.com- Pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) akan segera menjalankan program pencampuran bahan bakar minyak (BBM) dengan etanol sepuluh persen.
Etanol Etanol memiliki berbagai penyebutan lain seperti etil alkohol, alkohol absolut, atau alkohol murni. Mengutip Britannica, etanol adalah senyawa organik yang memiliki rumus molekul C2H5OH.
Manusia kerap memanfaatkan jenis alkohol bening tersebut di dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sintesis kimia di pabrik misalnya, etanol bisa melarutkan bahan-bahan kimia organik lain.
Etanol sendiri merupakan fermentasi bahan nabati seperti tebu, jagung atau singkong. Di banyak negara, senyawa ini menjadi komponen wajib dalam bensin karena membantu meningkatkan oktan dan menurunkan emisi.
Senyawa kimia ini juga bersifat memabukkan ketika dikonsumsi oleh seseorang. Berkat sifat tersebut, kita bisa menemukan kandungan etanol di dalam minuman beralkohol maupun bir.
Etanol yang tidak berwarna ini memiliki sifat mudah terbakar dan mudah menguap. Bahkan, kandungan etanol pada BBM kerap menjadi bahan aditif atau tambahan di cairan bensin kendaraan bermotor.
Dikutip dari laman US Department of Energy, etanol dalam BBM adalah salah satu jenis energi terbarukan. Adapun kandungan etanol di BBM secara umum dapat mencapai 10 persen (E10).
Pencampuran BBM dengan etanol sepuluh persen ini menuai pro dan kontra. Terlebih, sejumlah perusahaan BBM swasta seperti Shell, Vivo dan BP menolak membeli base fuel atau bahan bakar minyak murni dari Pertamina lantaran memiliki kandungan etanol 3,5 persen.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan tujuan dari mencampur BBM dengan etanol agar Indonesia tidak banyak melakukan impor guna memenuhi kebutuhan. Selain itu juga, pencampuran etanol membuat minyak jadi bersih yang menjadikan ramah lingkungan.
“Tujuannya apa? Agar tidak kita import banyak dan juga untuk membuat minyak yang bersih, yang ramah lingkungan,” kata Bahlil, Selasa 7 Oktober 2025.
Senada dengan Bahlil, Pertamina Patra Niaga mengatakan bahwa pencampuran etanol dalam BBM adalah praktik terbaik yang berlangsung di sejumlah negara.
Program bioetanol ini untuk mendukung transisi energi berkelanjutan, mengurangi emisi karbon, serta meningkatkan kualitas udara.
Sebab, etanol sendiri berasal dari bahan alami seperti tebu atau jagung, sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil murni.
Dengan adanya campuran etanol, emisi gas buang kendaraan dapat ditekan sehingga kualitas udara perkotaan bisa lebih baik.
Sejumlah negara telah sukses mengadopsi etanol dalam BBM. Amerika Serikat, misalnya, melalui program Renewable Fuel Standard (RFS) telah menggunakan E10 hingga E85 untuk kendaraan tertentu.
Brasil menjadi pelopor dengan campuran E27 berbasis tebu yang digunakan secara luas. Uni Eropa pun menjadikan E10 sebagai standar di berbagai negara seperti Prancis, Jerman, dan Inggris. Bahkan, India menargetkan campuran E20 pada 2030 untuk mendukung transportasi rendah karbon.
Lantas, apa dampak pencampuran BBM dengan etanol bagi kendaraan bermotor?
Kandungan etanol dalam BBM kendaraan motor maupun mobil dapat menurunkan polusi udara dan menghemat energi tak terbarukan.
Kendati etanol di BBM Pertamina bermanfaat, ada pula berbagai dampak negatif yang akan muncul jika penggunaannya berlebihan.
Mengutip buku Panduan Honda Vario, BBM yang mengandung 10 persen etanol bisa menimbulkan kerusakan pada warna cat tangki kendaraan. Kemudian, merusak bagian selang saluran bensin dan memunculkan karat di bagian dalam tangki.
Sebagaimana dilansir dari laman Universitas STEKOM, efek etanol pada BBM lainnya adalah pemborosan konsumsi bahan bakar. Hal ini terjadi karena tingkat energi pada etanol/liter lebih rendah dibandingkan BBM murni.
Berbagai risiko timbulnya korosi serta kerusakan komponen di mesin kendaraan juga menjadi dampak negatif etanol. Khususnya pada kendaraan bermotor tipe lama yang tak didesain untuk memanfaatkan senyawa organik tersebut.
Selain fungsi etanol pada BBM yang bisa mengurangi dampak emisi dan menghemat penggunaan minyak bumi, ada juga efek negatifnya.
Berikut ini sejumlah bahaya etanol pada kendaraan bermotor:
1. Kerusakan warna pada tangki kendaraan.
2. Kerusakan di bagian selang saluran BBM.
3. Menimbulkan karat di dalam tangki bensin.
4. Semakin borosnya konsumsi bahan bakar.
5. Kerusakan komponen mesin kendaraan.
Korosi pada bagian mesin, tangki, dan saluran yang bersentuhan langsung dengan bensin.


















Discussion about this post