Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

FGD Badan Pengkajian MPR: Bahas Pemilu, Money Politics, Hingga Demokrasi Medsos

Drt by Drt
29 November 2025
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
FGD Badan Pengkajian MPR

FGD Badan Pengkajian MPR

3
SHARES
22
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Badan Pengkajian MPR Kelompok I menggelar Focus Group Discussin (FGD) dengan tema “Kedaulatan Rakyat dalam Perspektif Demokrasi Pancasila” di Tangerang Selatan, Jumat (28/11/2025). Isu yang dibahas dalam FGD ini mulai dari Pemilu, money politics, hingga demokrasi media sosial (medsos).

“Dalam perjalanan demokrasi, kita telah melaksanakan lima kali pemilu, menjelang enam pemilu, di era reformasi ini. Tetapi justru kita melihat, dan banyak orang melihat, kualitas demorasi kita masih sangat prosedural, belum substantif. Apalagi kalau kita ukur dari perspektif demokrasi Pancasila,” kata Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, Ketua Badan Pengkajian MPR.

FGD ini diikuti anggota Badan Pengkajian MPR antara lain I Gusti Ngurah Kelakan, S.T., M.Si. (PDI Perjuangan), Dr. Endang Setyawati Thohari, DESS, M.Sc. (Gerindra), Denty Eka Widi Pratiwi, S.E., M.H. (Kelompok DPD), Dr. Ahmad Basasrah, S.H., M.H. (PDI Perjuangan), Heri Gunawan (Gerindra), Jupri Mahmud, S.E. (Kelompok DPD), Dr. Lia Istifhama, S.H.I, S.Sos, M.E.I. (Kelompok DPD), Aji Mirni Mawarni, S.T., M.M. (Kelompok DPD), Jialyka Maharani, S.I.Kom. (Kelompok DPD). Tiga orang narasumber FGD ini adalah Andi Widjajanto (Gubernur Lemhanas 2022-2023), Ray Rangkuti (Direktur Lima Indonesia), dan Hasanuddin Ali (CEO Alvara Research Center).

BACAJUGA

Siti Fauziah : MPR Terbuka Terhadap Masukan dari Perguruan Tinggi

MPR RI dan Universitas Hasanuddin Gelar Diskusi Konstitusi Serta Teken MoU Perkuat Sinergi Kelembagaan

Menurut Yasonna, pada saat reformasi dan pasca amandemen UUD 1945, harapan kita setelah melaksanakan lima kali pemilu, seharusnya demokrasi kita sudah semakin baik, sangat mapan dan tidak hanya prosedural saja dan betul-betul berkualitas.

“Demokrasi yang dilaksanakan dengan lima kali pemilu, kemudian Pilkada, tetapi kualitas pemilu, kualitas rekrutmen politik yang tercermin dalam sikap politik dalam kebijakan-kebijakan banyak menuai ketidakpuasan di masyarakat,” jelasnya.

Salah satu topik yang menjadi sorotan adalah money politics. “Money politics yang sekarang sudah sangat kronis. Money politics terjadi di segala tingkatan pemilu, bahkan sekarang sudah sampai pada pemilihan kepala desa,” imbuhnya.

Untuk itu Badan Pengkajian MPR telah melakukan beberapa kali FGD dalam topik yang sama di Medan, Surabaya, Makassar, dan Jabodetabek.

“Kita ingin menampung pikiran para ahli dan pakar tentang pelaksanaan demokasi kita pasca reformasi. Kita harus mencoba berpikir jernih untuk bangsa ini ke depan. Civil society berperan untuk mendorong peningkatan kualitas demokrasi. Kita harapkan masukan-masukan dari pakar bisa menjadi bahan untuk perumusan rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada Pimpinan MPR,” katanya.

Menanggapi soal kualitas demokrasi, dalam paparannya, Andi Widjajanto mengakui demokrasi Indonesia semestinya sudah matang setelah melaksanakan lima kali pemilu di era reformasi. “Kalau dilihat pemilu sejak awal reformasi tahun 1999, mestinya pada Pemilu 2024, demokrasi kita lebih matang.

Tapi kalau dilihat dari indeksnya, justru di Pemilu tahun 2014, 2019, dan 2024, kita mengalami kemunduran demokrasi. Indikasinya, Pemilu 2019 dan 2024, tidak berlangsung dalam kerangka demokrasi yang menjadi patokan dari transisi demokrasi,” katanya.

Andi Wijayanto menyebut demokrasi pada era reformasi sebagai “demokrasi rawan” yang kemudian melemah karena terjadi regresi. “Yang terjadi pada era reformasi adalah oligarki pluralism dan kartelisasi partai politik, desentralisasi patron-klien dan penciptaan local strongman, dependensi publik terhadap negara semakin tinggi, instrument demokrasi belum sepenuhnya independen,” sebutnya.

Demokrasi Medsos

Sementara itu, Ray Rangkuti dalam paparannya mengungkapkan efek medsos terhadap kedaulatan rakyat. Menurut Ray, kala medsos terus menerus berkembang melampaui batas imajinasi manusia maka wajah demokrasi juga akan berubah.

“Demokrasi konvensional makin tertinggal digantikan oleh demokrasi medsos. Demokrasi medsos bertemu dengan budaya baru gen Z. Titik temu medsos dan gen Z ini akan mendorong budaya transparansi, kebebasan, langsung dan bergerak cepat,” katanya.

Ciri kultur demokrasi medsos antara lain partisipas dan interaksi langsung, jangkauan partisipasi sangat luas (melampaui dapil, propinsi, pulau, batas negara), perkembangan isu sangat cepat, transparan dan visibilitas, serta tanpa otoritas. Efek medsos itu terlihat pada demo besar-besaran pada akhir Agustus 2025, Indonesia Darurat, One Piece. “Ini menjadi kultur demokrasi mendatang,” tuturnya.

“Maka, bagi saya, demokrasi medsos dengan sendirinya akan memperkuat kedaulatan rakyat. Demokrasi medsos dengan sendirinya akan membawa rakyat makin kuat,” sambungya.

Tak jauh berbeda, Hasanuddin Ali mengatakan pendapat dan aspirasi publik yang dilakukan melalui media internet luar biasa efektif untuk menggerakan emosi publik. Seperti hastag “Kabur Aja Dulu”, “Tolak Omnibus Law”, “One Piece”. “Protes yang dilakukan masyarakat yang didominasi anak muda disampaikan dengan cara-cara yang baru. Mengapa sekarang dominan seperti itu, karena pengaruh masyarakat kota, kelas menengah, digital, dan anak muda,” ujarnya.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Hasanuddin Ali menyebutkan kelompok usia muda mencakup lebih dari 27% dari populasi Indonesia, atau sekitar 75 juta jiwa. Angka tersebut menempatkan Gen Z sebagai salah satu kelompok demografis terbesar di Indonesia, mengalahkan dominasi generasi Milenial. Gen Z bermain internet 7 jam sehari. Platform yang dilihat adalah platform yang berbasis visual (Tik Tok, Instagram, Youtube).

“Tahun 2029, pemilih Gen Z adalah mayoritas. 30 persen pemilih adalah Gen Z, bukan lagi milenial (28 persen). Di Pemilu 2029, wajah Pemilu sangat berbeda dengan pemilu tahun-tahun sebelumnya. Gen Z menggantungkan informasi bukan lagi kepada media konvensional dan media online. Mereka mendapat informasi terkait apapun melalui sosial media,” katanya.

Terkait demokrasi medsos, Yasonna mengakui bahwa demokrasi medsos merupakan kenyataan empirik. Rakyat mendesakan pendapat dan pikirannya melalui media sosial tentang sesuatu yang tidak menjadi perdebatan di parlemen. “Itu yang dikatakan rakyat menyatakan kedaulatannya melalui media sosial,” ujarnya.

Menyikapi demokrasi medsos, Yasonna mengatakan tidak perlu memasukkan demokrasi medsos dalam satu sistem perundang-undangan. Namun perlu dibuat desain yang baik agar medsos menjadi sumber masukan kepada DPR.

“Supaya penggunaan medsos dan respon masyarakat melalui medsos ditampung sebagai partisipasi publik untuk menyampaikan pikiran-pikiran rakyat,” pungkasnya.

Tags: Badan Pengkajian MPRDemokrasi PancasilaFGDMPR RI
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Ilustrasi meninggal dunia
Nasional

Dua Pemuda Ditemukan Tewas di Selokan Mustikajaya Bekasi

by snc12
20 June 2026

Suaranusantara.com – Kasus tewasnya dua pemuda berinisial D (17)...

Mahasiswa LPSR Institute of Communication & Business sukses menggelar Sorak Betawi Condet di Jakarta Timur pada Sabtu, 20 Juni 2026 (suaranusantara.com)
Nasional

Gelar Sorak Betawi Condet, Mahasiswa LSPR: Identitas Harus Dijaga dan Diwariskan di Masa Depan

by SNC 9
20 June 2026

Suaranusantara.com- Mahasiswa London School Public Relation (LPSR) Institute of...

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat: Karimunjawa Warisan Alam yang Harus Dijaga Bersama

20 June 2026
Eddy Soeparno

Respons Pemadaman Listrik Bergilir, Eddy Soeparno Desak PLN Evaluasi Menyeluruh dan Percepat Transisi Energi

20 June 2026
Badan Pengkajian MPR RI

MPR Kaji Penguatan Kedaulatan Rakyat dalam Perspektif Demokrasi Pancasila

20 June 2026

Menpora Ungkap Peluang Indonesia jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN 2026

20 June 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

3 months ago
Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

11 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

3 months ago
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

3 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

3 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Riccardo Calafiori
Olahraga

Arsenal Pasang Harga Tinggi, Real Madrid Mundur Teratur dari Perburuan Riccardo Calafiori

by snc 14
20 June 2026

Suaranusantara.com - Rencana Real Madrid untuk mendaratkan Riccardo Calafiori ke Santiago Bernabeu tampaknya harus menemui jalan buntu....

Jerman vs Pantai Gading

Prediksi Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Perebutan Takhta di Toronto!

20 June 2026
Belanda Swedia

Prediksi Belanda vs Swedia di Piala Dunia 2026: Duel Harga Diri De Oranje!

20 June 2026
PAUD Nurul Almi

PAUD Nurul Almi Serang, Terima Bantuan Alat Marching Band dari Annisa Mahesa

20 June 2026
Bus Terbakar di Tol Jagorawi Arah Bogor, Diduga Korsleting Listrik

Bus Terbakar di Tol Jagorawi Arah Bogor, Diduga Korsleting Listrik

20 June 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com