Suaranusantara.com- Di tengah warganya yang sedang menghadapi bencana banjir yang menerjang Aceh pada 25 November 2025 lalu, Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS malah pergi umrah.
Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS pergi umrah usai dirinya mengeluarkan pernyataan di mana menyatakan ketidaksanggupannya dalam penanganan banjir yang memporak-porandakan wilayahnya.
Surat itu diterbitkan setelah dua hari bencana banjir melanda yakni 27 November 2025 dengan nomor 360/1315/2025. Lalu pada 2 Desember 2025, Mirwan malah pergi umrah dengan memboyong keluarganya.
Sikapnya ini menuai hujatan dari masyarakat bahkan dirinya pun terancam dikenal sanksi pencopotan dari kursi Bupati Aceh Selatan.
Tak hanya itu, Mirwan MS yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Aceh, juga terancam dipecat dari partainya.
Hal itu sebelumnya disampaikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto saat rapat terbatas di Lanud Iskandar Muda, Aceh Besar pada Minggu 7 Desember 2025.
Rapat dihadiri oleh kepala daerah Aceh hingga pejabat terkait di sana. Prabowo dalam rapatnya meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk memproses pencopotan Mirwan dari Bupati Aceh.
“Memang kalian dipilih untuk menghadapi kesulitan. Kalau mau lari, lari saja, enggak apa-apa. Copot ntar tuh. Mendagri bisa ya diproses?” ujar Prabowo saat rapat terbatas (ratas) bersama kepala daerah Aceh dan pejabat terkait di Lanut Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu 7 Desember 2025.
Tito yang hadir dalam ratas turut menjawab permintaan Prabowo. “Bisa, Pak,” jawab Tito.
Mirwan juga diketahui telah dicopot oleh Sekjen Partai Gerindra, Sugiono. “Sudah saya pecat,” timpal Sugiono.
Mirwan MS pun menyampaikan permintaan maafnya melalui media sosial Instagram pribadinya @h.mirwan_ms_official pada hari ini Selasa 9 Desember 2025.
Dalam video tersebut, Mirwan meminta maaf kepada sejumlah pihak mulai dari Presiden Prabowo Subianto; Mendagri Tito Karnavian; Gubernur Aceh Muzakir Manaf; hingga seluruh masyarakat Indonesia dan Aceh, lebih khusus terhadap warga Aceh Selatan.
“Saya Haji Mirwan MS, selaku Bupati Aceh Selatan, dengan segala kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan, keresahan, dan kekecewaan banyak pihak,” ujar Mirwan,
Dia mengakui bahwa kepergiannya di tengah bencana banjir telah mengganggu stabilitas nasional. Oleh sebab itu, Mirwan menyatakan bakal terus bekeria keras memulihkan kondisi Aceh Selatan pasca bencana banjir.
“Kami berjanji akan terus bekerja, bertanggung jawab terhadap Kabupaten Aceh Selatan pasca banjir, tetap bekerja keras untuk memulihkan kepercayaan publik dan yang paling penting, memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa yang akan datang,” pungkasnya.


















Discussion about this post