Suaranusantara.com- Memasuki hari ketujuh pada Jumat 23 Januari 2026, pencarian korban pesawat ATR 42 500 kembali membuahkan hasil. Sebab, tim SAR gabungan telah berhasil menemukan dua jenazah terakhir di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, sudah ada delapan jenazah korban pesawat ATR 42 500 yang ditemukan. Di mana ada enam korban ditemukan Kamis 22 Januari 2026 di kawasan yang sama.
Sebelum menemukan enam jasad, tim SAR pada Minggu siang 18 Januari 2026 menemukan satu jenazah pertama yang dilaporkan berjenis kelamin laki-laki.
Lalu pada Senin 19 Januari 2026 Tim SAR kembali menemukan jenazah kedua yang dilaporkan berjenis kelamin perempuan.
Itu artinya total sepuluh korban pesawat ATR 42 500 telah berhasil ditemukan.
Terkait penemuan dua jasad terakhir yang ditemukan Jumat pagi disampaikan oleh Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Priyo Hadi.
Hadi mengatakan dengan temuan tersebut, seluruh korban dan benda penting yang menjadi sasaran operasi berhasil ditemukan di lokasi kejadian.
Hadi berujar, jenazah kesembilan lebih dahulu ditemukan oleh tim tombak dari Yonif 433 Kostrad pada pukul 08.33 WITA. Laporan penemuan itu kemudian diteruskan ke posko utama SAR gabungan.
“Alhamdulillah, berkat doa seluruh masyarakat Indonesia, pada pukul 08.33 WITA kami menerima laporan dari tim tombak Yonif 433 Kostrad bersama tim SAR gabungan telah menemukan paket kesembilan,” ujar Dody di Posko AJU.
Tak lama berselang, tim kembali menerima laporan lanjutan. Setelah koordinat dipastikan di lapangan, paket jenazah kesepuluh berhasil ditemukan pada pukul 09.16 WITA oleh Tim Elang 5 dari Yonif 700 Raider Kodam XIV/Hasanuddin bersama tim SAR gabungan.
“Kemudian pada pukul 08.59 WITA kami mendapatkan informasi lanjutan, dan dipastikan pada pukul 09.16 WITA paket sepuluh telah ditemukan,” jelasnya.
Dengan ditemukannya korban terakhir tersebut, seluruh korban serta benda penting yang berada di dalam pesawat telah berhasil dievakuasi.
Dody menyebut, pada hari ketujuh ini tim SAR gabungan telah menuntaskan seluruh sasaran pencarian yang ditetapkan sejak awal operasi.
“Alhamdulillah, di hari ketujuh ini kita bisa menemukan seluruhnya, baik benda penting yang ada di pesawat maupun seluruh korban. Hari ini kita gunakan sandi ‘sapu bersih’,” kata Dody.
Dalam kesempatan itu, Dody juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Tompobulu dan Kecamatan Balocci yang dinilai berperan besar dalam mendukung proses pencarian dan evakuasi, baik secara langsung di lapangan maupun melalui dukungan logistik.
“Terima kasih kepada masyarakat yang membantu, ada yang ikut turun ke lapangan, menyiapkan logistik, memasak, mendukung kebutuhan relawan dan prajurit, bahkan menyediakan rumah untuk ditempati,” ungkapnya.
Dia menegaskan, keberhasilan pencapaian seluruh target pencarian merupakan hasil kerja sama dan sinergi antara TNI, Polri, Basarnas, relawan, serta masyarakat setempat.
“Kebersamaan, kekompakan, dan kerja sama inilah yang membuat seluruh tugas pencarian dapat diselesaikan dengan baik,” tutup Dody.
Diketahui, dari sepuluh jenazah korban, dua jasad sudah diidentifikasi. Jenazah yang telah diidentifikasi pertama dilaporkan bernama perempuan bernama Florencia Lolita Wibisono.
Dia merupakan pramugari dalam pesawat tersebut. Perempuan berusia 33 tahun itu beralamat di Apartemen Howard Tower, Pulau Gadung, Jakarta Timur.
Jenazah Florencia Lolita Wibisono ditemukan oleh tim SAR pada hari Senin, 19 Januari 2026 di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada kedalaman sekitar 500 meter dari permukaan.
Jenazah kedua adalah pria. Dia diketahui pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bernama Deden Maulana.
Jenazah Deden ditemukan pada Minggu, 18 Januari 2026 sekitar pukul 14.20 WITA oleh tim SAR gabungan di lereng gunung tersebut, sehari setelah pesawat jatuh pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kedua jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga.


















Discussion about this post