Suaranusantara.com – Arsenal dan Manchester City akan saling berhadapan dalam perndingan final Piala EFL di Wembley, pada Minggu, 22 Maret 2026, pukul 23.30 WIB.
Kedua tim akan memperebutkan gelar dalam laga final yang dipastikan menyedot perhatian publik sepak bola.
Bagi Arsenal, ini adalah kesempatan untuk mengakhiri penantian panjang. Terakhir kali mereka menjuarai kompetisi ini terjadi pada 1993, jauh sebelum sebagian besar pemain saat ini lahir.
Sementara itu, Manchester City berambisi mengakhiri puasa trofi besar sejak musim 2022-2023.
Menariknya, ini menjadi final pertama dalam sejarah Piala Liga Inggris yang mempertemukan tim peringkat pertama dan kedua Liga Inggris.
Arsenal: Menghapus Kutukan Tiga Dekade
Ambisi Arsenal musim ini masih terbuka lebar. Peluang meraih empat gelar memang masih nol persen, tetapi bisa langsung meningkat jika mereka sukses menjuarai Piala Liga.
Namun, catatan sejarah tidak sepenuhnya berpihak. Arsenal tercatat enam kali kalah di final, termasuk saat dikalahkan Manchester City pada 2018, jumlah kekalahan terbanyak dibanding tim lain.
Meski demikian, perjalanan menuju final cukup meyakinkan. Arsenal mampu menyingkirkan Port Vale, Brighton, Crystal Palace, hingga Chelsea. Kemenangan dramatis atas Chelsea di semifinal, lewat gol Kai Havertz, menjadi salah satu momen penting.
Pelatih Mikel Arteta kini berpeluang mencetak sejarah sebagai manajer pertama Arsenal yang memenangkan dua final besar pertamanya bersama klub.
Performa Terkini Lebih Memihak Arsenal
Secara performa, Arsenal sedang dalam tren positif. Mereka tidak terkalahkan dalam 14 pertandingan terakhir, termasuk kemenangan 2-0 atas Bayer Leverkusen di Liga Champions.
Catatan ini menjadi modal penting jelang laga final, apalagi Arteta juga memiliki rekor impresif di Wembley, belum pernah kalah dalam delapan kesempatan sebagai pemain maupun pelatih.
Manchester City: Inkonsistensi Jadi Tantangan
Di sisi lain, Manchester City datang dengan situasi yang kurang ideal. Kekalahan dari Real Madrid di Liga Champions menghentikan ambisi mereka di Eropa lebih cepat dari yang diharapkan.
Meski menunjukkan peningkatan performa di leg kedua, tim asuhan Pep Guardiola tetap harus mengakui keunggulan lawan. Dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi, City hanya meraih satu kemenangan.
Namun, pengalaman berbicara banyak. City telah memenangkan delapan dari sembilan final Piala Liga Inggris, termasuk tujuh kemenangan beruntun sejak 1974.
Guardiola pun berpeluang mencatatkan rekor sebagai pelatih pertama yang lima kali menjuarai kompetisi ini.
Rekor Pertemuan: Arsenal Lebih Unggul
Fakta menarik lainnya, Manchester City tidak mampu mengalahkan Arsenal dalam enam pertemuan terakhir.
Hasil imbang dramatis lewat gol Gabriel Martinelli pada pertemuan sebelumnya memperpanjang tren positif The Gunners.
Jika Arsenal kembali terhindar dari kekalahan, itu akan menjadi catatan tujuh laga beruntun tanpa kalah dari City.
Kondisi Skuad dan Perkiraan Susunan Pemain
Arsenal masih menunggu kepastian kondisi beberapa pemain seperti Jurrien Timber dan Martin Odegaard. Mikel Merino dipastikan absen, sementara Eberechi Eze diprediksi tetap bisa tampil.
Di posisi penjaga gawang, Kepa Arrizabalaga berpeluang menjadi starter.
Sementara itu, Manchester City akan menurunkan James Trafford sebagai kiper utama. Josko Gvardiol absen karena cedera, dan Marc Guehi tidak bisa dimainkan.
- Perkiraan Susunan Pemain
- Arsenal:
Kepa; Timber, Saliba, Gabriel, Hincapie; Zubimendi, Rice; Saka, Eze, Trossard; Gyokeres - Manchester City:
Trafford; Nunes, Dias, Stones, Ait-Nouri; Silva, Rodri, O’Reilly; Cherki, Haaland, Semenyo
Analisis: Duel Taktik Minim Gol
Pertemuan Arsenal dan Manchester City dalam beberapa musim terakhir kerap berjalan ketat dan minim peluang.
Arteta dan Guardiola dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan taktik yang sangat disiplin.
Laga final ini diperkirakan tidak akan menghasilkan banyak gol. Kedua tim cenderung bermain hati-hati, menunggu kesalahan lawan.
Namun, Arsenal memiliki keunggulan dalam situasi bola mati. Mereka dikenal sebagai tim yang mampu mencetak gol dari skema set piece, bahkan ketika peluang terbuka sangat terbatas.
Prediksi Skor
Melihat performa terkini, rekor pertemuan, serta kondisi kedua tim, Arsenal sedikit lebih diunggulkan.
Prediksi: Arsenal 1-0 Manchester City
Arsenal berpeluang memanfaatkan momen dan efisiensi permainan untuk mengakhiri puasa gelar Piala Liga Inggris yang telah berlangsung selama tiga dekade.


















Discussion about this post