Suaranusantara.com- Gempa bumi kuat yang melanda Jepang bagian utara memicu kekhawatiran, terutama terkait keselamatan warga negara Indonesia yang berada di wilayah tersebut. Namun, pemerintah memastikan hingga saat ini belum ada laporan korban dari kalangan WNI.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Mulachela, menyampaikan bahwa kondisi WNI masih terpantau aman. Ia menegaskan bahwa belum ditemukan laporan adanya warga Indonesia yang terdampak langsung oleh bencana tersebut.
“Hingga saat ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa,” kata Nabyl saat dihubungi, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jepang terus melakukan koordinasi dengan masyarakat Indonesia di wilayah terdampak, termasuk di Prefektur Aomori dan Iwate.
Ia juga mengingatkan WNI yang berada di kawasan tersebut, termasuk Hokkaido, untuk terus mengikuti perkembangan peringatan tsunami serta mematuhi instruksi dari pemerintah Jepang.
“Dalam keadaan darurat dapat menghubungi Hotline KBRI Tokyo melalui +81 80-3506-8612 atau +81 80-4940-7419,” ujar dia.
Sebelumnya, gempa bermagnitudo 7,4 terjadi pada Senin, 20 April 2026, di perairan Pasifik dekat Prefektur Iwate. Berdasarkan informasi dari Japan Meteorological Agency, gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami dengan tinggi gelombang hingga tiga meter.
Guncangan dilaporkan cukup kuat dan terasa hingga Tokyo, meskipun jaraknya cukup jauh dari pusat gempa. Peringatan tsunami juga telah dikeluarkan untuk wilayah pesisir utara Jepang.
Pemerintah Indonesia melalui perwakilan diplomatiknya terus memantau situasi guna memastikan keselamatan seluruh WNI di kawasan tersebut.


















Discussion about this post