Suaranusantara.com- Iduladha, Presiden RI Prabowo Subianto pada tahun-tahun sebelumnya menyumbang hewan kurban berupa sapi.
Pada Iduladha 2026 ini, Prabowo kembali menyumbang hewan kurban sapi yang dibeli dari sejumlah peternakan, salah satunya di Mulyani Rejeki Farm di Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.
Adapun sapi kurban yang dibeli Prabowo berjenis Simental-PO (Peranakan Ongole) dengan bobot 1,13 ton.
Sapi ini pun menyita perhatian publik, sebab, sapi ini lebih tampak menonjol di antara sapi lainnya.
Kuncoro Budi Santoso pemilik Mulyani Rejeki Farm memberi nama sapi jumbo dengan sebutan ‘Parikesit’, tokoh pewayangan dan Mahabarata.
Parikesit terpilih sebagai sapi kurban Presiden Prabowo setelah melalui proses seleksi yang panjang. Mulai dari asal usulnya, asupan pangan, kondisi kesehatan hingga bobot dan ukuran sapi tersebut.
Kuncoro menjelaskan, proses terpilihnya sapi peranakan tersebut berawal dari monitoring Dinas Pertanian setempat ke seluruh peternak di Kabupaten Sukoharjo.
“Jadi dinas melakukan monitoring di seluruh peternak di Kabupaten Sukoharjo. Sapi dari para peternak satu persatu di cek. Kebetulan sapi ternak saya yang terpilih menjadi sapi kurban Presiden Prabowo,” ujar Kuncoro, Selasa 12 Mei 2026.
Terkait nama Parikesit, Kuncoro mengaku tidak mengandung makna apapun. Namun ia merasa senang dengan nama tersebut. Parikesit menjadi salah satu tokoh pewayangan yang ia idolakan.
“Parikesit itu kan tokoh wayang anaknya Abimanyu. Seneng saja saya dengan nama Parikesit. Dan kebetulan dibeli untuk kurban pak Prabowo,” ungkapnya.
Kata Kuncoro, sapi dari peternakannya sudah dua kali dibeli oleh Prabowo. Selain Prabowo, sapi miliknya juga pernah dibeli Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Kuncoro menjelaskan ada perhatian khusus pada pakan dan pemeliharaan emosional untuk sapi peliharaannya itu.
Selain sering dimandikan, Parikesit juga diberikan kasih sayang. Saat Iduladha nanti, Parikesit akan dikirim ke Masjid Darussalam, di Desa Cemani, Grogol Sukoharjo.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryanto menambahkan, pengajuan dan monitoring sapi kurban Presiden Prabowo dilakukan melalui online.
Pihaknya diminta Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah untuk mengidentifikasi sapi terbaik di peternakan wilayah Sukoharjo.
“Syarat minimal bobotnya 900 kilogram. Dari berbagai inventarisasi yang kami lakukan, maka sapinya pak Kuncoro yang berbobot 1 ton lebih ini yang kami ajukan penawaran ke Sekretariat Negara,” terangnya.
“Melalui penawaran dengan sistem online kemudian video call kita tunjukkan spesifikasinya itu. Alhamdulillah setelah melalui proses rangkaian panjang ini disepakati untuk digunakan oleh Presiden,” sambungnya.
Ia memastikan sapi kurban Presiden Prabowo dalam kondisi sehat. Pihaknya juga sudah melakukan serangkaian pemeriksaan meliputi pemeriksaan darah, feses dan anatomi.
“Semua memenuhi syariat sehat, vaksinasi PMK dan pengobatan cacing sudah kita lakukan. Kita pastikan ternak ini kondisi baik sehat dan pengawasan secara terus menerus,” katanya.


















Discussion about this post