Suaranusantara.com- Ada yang tak bisa dialami pesawat Garuda Indonesia pada Jumat 8 Mei 2026. Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA4208 rute Jeddah (JED) menuju Medan (KNO) itu jauh melampaui durasi normal rata-rata penerbangan.
Hal ini dikarenakan, pesawat jenis Airbus A330-900neo (PK-GHI) tersebut menempuh waktu perjalanan total selama 12 jam 39 menit, jauh melampaui durasi normal yang rata-rata berkisar 8 jam.
Dilansir dari onemileatatime, Senin 11 Mei 2026 berdasarkan data pelacakan udara menunjukkan bahwa fase awal penerbangan selama 5 jam 20 menit berlangsung normal saat melintasi wilayah udara Arab Saudi, Oman, hingga Laut Arab
Namun, saat memasuki ruang udara India bagian selatan, pesawat diinstruksikan untuk melakukan pola penahanan (holding pattern).
Akibatnya, pesawat tertahan harus berputar-puat di wilayah udara India selama kurang lebih 4 jam 30 menit sebelum akhirnya diizinkan melanjutkan perjalanan ke Indonesia.
Sisa durasi penerbangan menuju Bandara Internasional Kualanamu diselesaikan dalam waktu 2 jam 50 menit.
Adapun penyebab pesawat Garuda Indonesia berputar-putar selama 4,5 jam di langit India lantaran penutupan sebagian besar wilayah udara di sekitar Teluk Benggala.
Penutupan tersebut berkaitan dengan aktivitas uji coba militer, yakni peluncuran Rudal Agni-6 oleh otoritas setempat.
Kebijakan tersebut memaksa penutupan sebagian besar wilayah udara di area strategis tersebut untuk kepentingan keamanan militer.
Dampak dari penutupan ini sangat luas sehingga membatasi pilihan pengalihan rute bagi berbagai maskapai internasional yang melintas.
Meskipun prosedur penahanan udara umum terjadi karena kepadatan lalu lintas, durasi penundaan kali ini menjadi sorotan karena memakan waktu hampir lima jam.


















Discussion about this post