Suaranusantara.co – Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengungkapkan sejumlah isu strategis yang akan menjadi fokus pengawasan DPR RI pada Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026.
Beberapa isu utama yang menjadi perhatian meliputi pengawasan lembaga penitipan anak (daycare) pasca kasus kekerasan terhadap anak, pengawasan sekolah berasrama (boarding school), evaluasi keselamatan transportasi darat, hingga pemenuhan hak korban kekerasan seksual.
“Fungsi pengawasan DPR RI akan diarahkan pada berbagai isu strategis yang menjadi perhatian masyarakat dan penting menjadi perhatian Pemerintah untuk menyelesaikannya,” ujar Puan dalam Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Menurut Puan, DPR akan melakukan evaluasi dan audit terhadap sistem transportasi darat guna memastikan keselamatan masyarakat serta mencegah terulangnya berbagai kecelakaan transportasi.
Selain itu, pengawasan terhadap lembaga penitipan anak, lembaga pengasuhan alternatif, dan lembaga pendidikan berasrama juga menjadi perhatian serius DPR, termasuk jaminan pemenuhan hak korban tindak pidana kekerasan seksual.
“Pengawasan terhadap lembaga penitipan anak dan lembaga pengasuhan alternatif, pengawasan terhadap lembaga pendidikan berasrama (boarding school), jaminan atas pemenuhan hak korban tindak pidana kekerasan seksual,” kata Puan.
Di bidang ekonomi, DPR juga akan mengawasi stabilitas harga kebutuhan pokok, penguatan nilai tukar rupiah, penyelesaian pertambangan ilegal, konflik agraria, hingga percepatan praktik keberlanjutan di BUMN dan pengembangan kawasan industri untuk mendukung hilirisasi sektor pertanian dan perikanan.
Tak hanya itu, isu ketenagakerjaan seperti reformasi sistem pengupahan nasional, evaluasi outsourcing, fleksibilitas kerja, reforma agraria, hingga evaluasi penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) juga akan menjadi perhatian DPR pada masa sidang kali ini.


















Discussion about this post