Suaranusantara.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Presiden RI Prabowo Subianto kerap memantau perkembangan ekonomi Indonesia.
Purbaya mengatakan demikian, menyusul penilaian publik yang menilai pemerintah gagal menjalankan fiskal.
Selain itu, pernyataan Purbaya juga sebagai respon
soal penilaian lembaga pemeringkat Standard & Poor’s Global Ratings (S&P) yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil.
Kata Purbaya, dirinya bersama Prabowo kerap melakukan diskusi bersama melihat kebijakan fiskal.
“Kita selalu serius, selalu diskusi, selalu diskusi dan selalu menilai ke mana kebijakan fiskal kita. Kelemahannya di mana, diperbaikinya di mana,” katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu 15 Juli 2026.
Tak cuma di internal Kemenkeu, Presiden Prabowo juga kerap mengajaknya diskusi reguler soal kebijakan fiskal selama seminggu hingga dua minggu sekali.
“Jadi enggak ada itu, orang kan kesannya seolah-olah kebijakannya liar, enggak ada itu. Kita diskusikan terus secara reguler. Bapak Presiden memantau terus kondisi fiskal dan ekonomi secara berkala dan cukup detail,” lanjutnya.
Bendahara Negara lalu meminta para investor agar segera investasi ke RI, khususnya pasar modal lewat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
“Kalau pintar ya harus cepat. Kalau investor pintar, domestik pintar, masuk aja sekarang. Kan sudah jelas, apa lagi gangguan kita?” ajak dia.
Lebih lanjut Purbaya menilai kalau selama ini publik ditakutkan bahwa Pemerintah tidak bisa mengelola fiskal. Padahal pertumbuhan ekonomi bisa tembus 5,61 persen di triwulan pertama 2026.
Ia menganggap kalau lembaga pemeringkat global lain seperti MSCI, Moody’s, hingga Fitch offside lantaran sudah melakukan penilaian sebelum data pertumbuhan ekonomi keluar dari Badan Pusat Statistik.
“Saya sudah bilang berkali-kali kan, lembaga yang sebelumnya, yang lain, ada kemungkinan mereka offside karena kan mereka melakukan assessment sebelum data triwulan pertama keluar. Iya kan? Saya bilang ya terlalu cepat, bukan mereka salah, ya terlalu cepat. Jadi ini yang lebih fair, saya pikir,” jelas Purbaya.


















Discussion about this post