Suaranusantara.com- Pro Jokowi (Projo) sebelumnya mengklaim bahwa ribut-ribut ijazah pendidikan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka ditargetkan kepada Presiden Prabowo.
Hal itu dikatakan sebelumnya oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Projo Freddy Damanik. Menanggapi klaim Sekjen Projo itu, Ahmad Doli Kurnia selaku Wakil Ketua Umum Partai Golkar yang juga anggota Komisi II DPR mengatakan bahwa polemik ijazah Gibran tak ada urusan dengan Prabowo.
“Ini urusannya cuma satu saja ijazah seorang wakil presiden, enggak ada urusannya dengan presiden,” kata Doli dalam dialog acara di salah satu stasiun tv swasta, Minggu 1 November 2026.
Doli menyayangkan adanya pihak-pihak yang mencoba menarik nama Prabowo ke dalam polemik ijazah Gibran. Menurutnya, tindakan tersebut tidak benar.
“Nah cuma begini, kalau kemudian juga ada yang membawa-bawa ini ke Pak Prabowo ya menurut saya ini juga enggak benar,” ujarnya.
“Kami (DPR) juga belum ngapa-ngapain kok udah kemudian mau dibawa ke Pak Prabowo, gitu.”
Ia menilai mengaitkan masalah ini dengan presiden hanya akan memunculkan persoalan baru, di saat polemik yang lama belum berhasil diselesaikan.
“Jadi masalahnya yang satu belum selesai, memunculkan masalah yang baru. Kami kan mau cari solusi yang terbaik, kalau cuma ada, ada kelompok masyarakat yang bawa-bawa ini ke Pak Prabowo lagi, ini menambah masalah besar lagi menurut saya,” katanya.
Doli pun mempertanyakan relevansi hukum antara putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA) terkait suket penyetaraan pendidikan Gibran dengan posisi presiden.
“Apa hubungannya dengan Pak Prabowo? Apa urusannya putusan MK dan putusan MA ini urusannya ke Pak Prabowo?” tutur Doli.
“Apalagi disinggung-singgung tadi misalya soal ijazah dan segala macam gitu, saya enggak tahu, kita juga dulu enggak pernah tahu soal ijazah Gibran ini.”
Kendati demikian, dia mengatakan saat ini DPR tengah mempelajari mengenai putusan MK dan MA terkait suket Gibran tersebut.
Sekjen Projo Freddy Damanik sebelumnya, mengeklaim wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka justru menargetkan Presiden Prabowo Subianto.
Freddy beranggapan Prabowo akan menjadi target berikutnya apabila Gibran berhasil dimakzulkan. Terlebih lagi, Prabowo juga memiliki latar belakang pendidikan di luar negeri.
“Justru kami melihat ini sasaran utamanya, memang targetnya adalah presiden Prabowo. Jadi tumbangkan dulu Wapres Gibran, kemudian sasaran berikutnya adalah menumbangkan Presiden Prabowo,” kata Freddy Damanik, 31 Oktober 2026.
Freddy mengatakan ada sejumlah pertimbangan yang membuatnya mengklaim demikian, di antaranya banyak pihak yang masih mencari tahu alasan Prabowo-Gibran menang.
“Ada beberapa alasan ini (Prabowo-Gibran) kenapa menang, karena ya harus kita akui, selain kekuatan partai-partai pendukung, kekuatan dua tokoh ini yang membuat kuat kan Hambalang dan Solo.”
Meskipun demikian, Freddy meyakini wacana pemakzulan Gibran tidak akan dintidaklanjuti di DPR RI.
Aktvis pro-Jokowi itu pun beranggapan apabila Gibran dimakzulkan karena pembatalan suket, maka keabsahan pendidikan Prabowo di luar negeri juga patut dipertanyakan.
Adapun wacana pemakzulan Gibran menguat usai MA membatalkan suket penyetaraan pendidikan wakil presiden tersebut.


















Discussion about this post