Suaranusantara.com – Dewasa ini, Internet menjadi salah satu kebutuhan yang melengkapai kehidupan manusia sehari-hari. Kemudahan mendapatkan informasi, berita terkini, pengetahuan hingga hiburan dapat diperoleh dari internet, termasuk kanal media sosial.
Banyaknya informasi yang didapat dengan mudah dikanal media sosial, menjadikan media sosial sebagai sarana kampanye yang mudah dan efisien serta terjangkau bagi banyak pengguna internet.
Pemerhati Perempuan dan Anak, Tia Rahmania mengungkapkan bahwa dengan adanya media sosial harus dimanfaatkan dengan baik untuk mensosialisasikan pencegahan stunting kepada masyarakat.
“Sekarang siapa saja bermain sosial media, semua orang bisa membuat konten-konten di media sosial, jadi mengapa tidak kita gunakan sebagai sarana kampanye pencegahan stunting. Apalagi mayoritas pengguna sosial media ini kan anak muda,” Ujar Tia dalam keterangan yang diterima (30/5/2023).
Perempuan yang berprofesi sebagai Psikolog ini juga membagikan tips kepada remaja dalam menggunakan media sosial.
“Saat ini remaja harus bisa membuat konten – konten positif, konten-konten yang bisa mengajak generasi muda untuk tidak melakukan pernikahan dini tanpa kesiapan jasmani dan rohani, tidak melakukan seks pranikah, dan tidak napza (narkoba-red),” katanya.
Tia menilai bahwa dengan membuat konten-konten positif, maka remaja diharapkan akan terhindar dari efek negatif sosial media.(ADT)

















Discussion about this post