
Jakarta – SuaraNusantara
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengucapkan belasungkawa usai mendapat kabar wafatnya mantan Ketua Umum Nahdlatul Ulama’ periode 1999 – 2010, KH Hasyim Muzadi.
“Innalilahi wainnailaihi rojiun, semoga almarhum Bapak KH Hasyim Muzadi mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ucap Tjahjo, di Jakarta, Kamis (16/3/2017).
Di mata Tjahjo, KH. Hasyim Muzadi merupakan seorang tokoh Islam yang nasionalis. Menurutnya, bangsa Indonesia kehilangan seorang tokoh yang telah ikut berkontribusi mengawal dan merawat Indonesia selama ini.
Dalam ingatan politisi senior PDI Perjuangan itu, sepanjang hidupnya, KH Hasyim Muzadi tak pernah diam mempertahankan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. “Saya menaruh hormat dan mengagumi beliau karena ketokohannya,” ungkapnya.
Bahkan Tjahjo sempat menceritakan keakrabannya dengan sosok almarhum. Ia mengaku KH Hasyim Muzadi selalu menjaga kesantunan, rendah hati tetapi bertindak tegas terhadap perilaku politik yang dianggapnya tidak sesuai dengan nilai-nilai atau ajaran agama Islam.
“Beliau sosok ulama’ yang konsisten dengan Pancasila yang merupakan landasan dari NKRI,” tukas Tjahjo
Diberitakan SuaraNusantara sebelumnya, KH Hasyim Muzadi, yang lahir pada 8 Agustus 1944, wafat setelah menjalani perawatan intensif di RS Lavalette, Malang, Jawa Timur. Tidak jelas informasi mengenai penyakit yang diderita almarhum.
Namun Rabu (15/3/2017) kemarin, Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana sempat menjenguk almarhum di kediamannya, di Kompleks Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur. Jokowi menginstruksikan tim dokter kepresidenan membantu penanganan medis KH. Hasyim Muzadi.
KH Hasyim Muzadi merupakan Pendiri Pondok Pesantren Al Hikam, yang ada di Kota Malang, Jawa Timur, dan Kota Depok, Jawa Barat. Saat ini dia menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Ia menjabat sebagai Wantimpres sejak 19 Januari 2015.
Penulis: Hasbullah

















