
Jakarta – SuaraNusantara
Langkah Ketua Umum DPP PPP versi Muktamar Jakarta Djan Faridz yang memecat Romahurmuziy alias Romi dari kepengurusan partai hanya jadi bahan tertawan kader PPP di akar rumput.
Ketua Departemen Pemuda DPP PPP Aji Tanjung menyampaikan hal tersebut kepada SuaraNusantara, Jakarta, Jumat (24/3/2017).
Menurutnya, kader PPP sangat tahu dan bisa membedakan kepengurusan PPP yang memiliki legalitas dan yang tidak. “Karena kader PPP sangat tahu dan bisa membedakan mana yang pengurus PPP asli dan memiliki legalitas dengan pengurus PPP palsu alias ilegal,” jelasnya.
Aji menegaskan, kader PPP tak bakalan ngefek dengan pemecatan ini. Sebab kepengurusan yang dipimpin Djan bukan kepengurusan partai PPP yang sah secara hukum.
“Bagi kami, mau seribu kali dipecat tidak berefek. Anggap saja seperti pepatah: anjing menggonggong kafilah tetap berlalu,” katanya.
Dia mengibaratkan pemecatan Djan terhadap Ketum DPP PPP hasil Muktamar Pondok Gede itu seperti orang yang punya rumah dan bersertifikat tetapi mau diusir oleh orang yang ngontrak atau indekost. “Kita hanya tertawa dan menganggap ini lucu,” tutur dia.
Karena itu Aji berharap agar kader PPP di seluruh Indonesia tetap solid dibawah koordinasi pengurus hasil muktamar Pondok Gede, 8-10 April 2016 lalu.
“Jika ada yang ngaku-ngaku PPP itu abal-abal. Ini adalah PPP yang amar makruf nahi munkar bukan nahi mankur,” tegas Aji.
Sekedar diketahui, pemecatan terhadap Romahurmuziy ini dianggap telah sah dan resmi, setelah PPP kubu Djan Faridz melakukan rapat bersama pada Kamis (23/3/2017) pagi.
Pascapemecatan yang diberlakukan, PPP muktamar Jakarta melarang Romahurmuziy untuk menggunakan atribut atau embel-embel partai berlambang Ka’bah.
Penulis: Has

















