
Jakarta-SuaraNusantara
Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan menjenguk penyidik senior KPK Novel Baswedan yang dirawat di RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, setelah disiram air keras oleh dua orang yang berboncengan sepeda motor, Selasa (11/4/2017) pagi tadi.
Kapolda tiba di rumah sakit sekitar pukul 8.20 WIB dan langsung masuk ke ruang perawatan. Turut hadir juga Kapolres Jakarta Utara, Kombes Dwiyono. Dia datang sekitar 3 menit setelah kedatangan Kapolda.
Selain Kapolda, terlihat juga Ketua KPK Agus Rahardjo yang sudah tiba lebih dulu, sekitar pukul 8.10 WIB. Saat berita ini diturunkan, Cagub DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dikabarkan sedang dalam perjalanan untuk menjenguk Novel.
Kasus penyerangan air keras seolah sudah umum terjadi di tanah air. Namun kasus kali ini mendapat perhatian luas karena korban penyiraman adalah seorang penyidik KPK yang sedang menangani sejumlah kasus korupsi, di antaranya kasus mega korupsi e-KTP yang menyeret sejumlah nama besar di negeri ini.
Berbagai pihak langsung bereaksi dengan mendesak kepolisian untuk segera mengungkap motif serangan, apakah terkait dengan kasus yang sedang ditangani Novel atau tidak.
“Masyarakat Indonesia perlu tahu siapa dalang di balik aksi teror yang dilakukan kepada Novel Baswedan. Presiden Jokowi dan Kapolri juga harus meningkatkan upaya untuk memberikan rasa aman dan perlindungan bagi siapapun yang bekerja untuk melawan korupsi di Indonesia,” ujar Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) , Adnan Topan Husodo, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/4/2017).
“Diduga kuat, aksi serangan terhadap Novel kali ini berkaitan erat dengan kasus korupsi E-KTP yang tengah diusut KPK. Teror terhadap Novel harus dilihat sebagai ancaman terhadap agenda pemberantasan korupsi. Pasalnya, orang atau kelompok yang melakukan teror punya tujuan utama, yakni bagaimana supaya proses hukum atas kasus tertentu berhenti,” sambung Topan.’
Sementara Wasekjen Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin, dalam keterangannya, Selasa (11/4/2017), mengatakan Demokrat sangat sedih atas kejadian yang menimpa Novel. Tindakan tersebut dikatakan sebagai ulah biadab oknum pengecut.
Partai Demokrat ingin pelaku penyerangan tersebut segera ditangkap. “Tangkap, jangan sampai lolos pelaku. Usut tuntas dan hukum berat sehingga siapa yang menjadi dalang dari perbuatan biadab dan keji ini bisa diseret ke meja hijau segera,” tandasnya.
Penulis: Yon
















