Suaranusantara.com – Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Andri Santosa meminta warga Jakarta untuk tidak khawatir terkait penyesuaian tarif yang ditetapkan PAM JAYA pada awal 2025.
Sebab, menurutnya, tarif itu masih sangat terjangkau untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ketimbang membeli air jeriken yang biasanya dijual dengan cara berkeliling ke rumah-rumah menggunakan gerobak.
“Tarif yang dikeluarkan, penyesuaian oleh PAM JAYA itu tentunya jauh lebih murah daripada beli air jeriken atau gerobak,” ujar Andri saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (28/2/2025).
Meski demikian, Andri tak memungkiri, bahwa BUMD DKI Jakarta itu harus terus meningkatkan pelayanan untuk para pelanggan.
“PAM JAYA tidak bisa meninggalkan juga sisi bisnis, tapi juga harus mengutamakan pelayanan sebagai kakinya Pemprov DKI Jakarta,” kata dia.
Namun, Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu menyebut, langkah penyesuaian tarif yang diambil oleh PAM JAYA sudah tepat, guna menyukseskan cakupan layanan 100 persen air siap minum pada 2030.
“Karena sekitar 17 tahun ya, tidak pernah ada penyesuaian,” kata Andri.
Sebelumnya, Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin mengatakan, langkah penyesuaian tarif ini diambil melalui pertimbangan yang sangat matang. Terlebih, tarif air minum di Jakarta selama 17 tahun terakhir tetap sama.
Menurut Arief, biaya untuk memenuhi kebutuhan penyediaan air minum terus meningkat. Pasalnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menetapkan standar kebutuhan pokok air minum per kepala keluarga sebesar 10 m3 per bulan.
“Jika pelanggan rumah tangga menggunakan air secara bijak dengan konsumsi di angka 10 meter kubik, maka tidak ada perubahan tarif yang akan dirasakan oleh pelanggan,” ujar Arief beberapa waktu lalu.
Sebagai informasi, PAM JAYA mengumumkan tarif baru berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 730 tahun 2024 tentang Tarif Air Minum Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya. Penerapan tarif baru berlaku mulai Januari 2025, dan muncul dalam tagihan air Februari 2025.


















Discussion about this post