Suaranusantara.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Poros Pemuda untuk Kebenaran mengadakan aksi damai di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Rabu (16/4/2025).
Aksi ini bertujuan untuk menyampaikan tuntutan kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, agar segera mencopot Direktur Utama (Dirut) Bank DKI Jakarta.
Hal ini imbas dari adanya gangguan pada sistem layanan Bank DKI sejak 29 Maret 2025 lalu.
Koordinator lapangan aksi, Ahmad Setiawan, mengatakan unjuk rasa ini merupakan bentuk protes atas pengelolaan yang buruk di tubuh Bank DKI Jakarta.
Ia menilai bahwa banyak masalah teknis yang terjadi di bank daerah ini, yang akhirnya merugikan nasabah.
“Kami membawa tema besar, meminta Bapak Gubernur DKI Jakarta untuk segera mencopot Direktur Utama Bank DKI. Pengelolaan yang carut marut di Bank DKI ini merugikan nasabah,” ujar Setiawan saat ditemui di lokasi aksi, Rabu (16/4/2025).
Menurut Setiawan, kinerja direksi Bank DKI yang dianggap buruk telah menimbulkan keluhan dari banyak nasabah. Salah satu masalah yang sering dikeluhkan adalah terkait dengan layanan JakOne Mobile dan tarik tunai yang kerap mengalami gangguan. Masalah yang terus berulang ini dianggap sebagai tanda ketidakprofesionalan jajaran direksi dan pegawai Bank DKI.
“Pelayanan yang bobrok, terutama di JakOne Mobile dan tarik tunai, sangat meresahkan nasabah dan terus berulang tanpa ada perbaikan,” tambahnya.
Setiawan menegaskan, pihaknya akan tetap bertahan hingga Gubernur Pramono Anung bersedia untuk menerima perwakilan mereka dan berdialog mengenai tuntutan tersebut.
“Kami mendirikan tiga tenda dengan jumlah 15 orang. Harapan kami, Bapak Gubernur DKI Jakarta dapat segera menerima dan berdialog langsung dengan kami,” tuturnya.


















Discussion about this post