Suaranusantara.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan laporan keuangan Triwulan III di Balai Kota pada Jumat, 21 November 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan sejumlah pencapaian ekonomi yang menunjukkan tren positif.
Menurut Pramono, pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat sebesar 4,96 persen, dengan tingkat inflasi yang tetap terkendali di angka 2,69 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 2,86 persen.
Ia juga menyampaikan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Jakarta mengalami penurunan menjadi 6,05 persen per Agustus 2025. Sementara itu, kinerja investasi menunjukkan kinerja signifikan, mencapai Rp204,13 triliun.
Hal ini menunjukkan bahwa Jakarta dalam periode ini, para pelaku dunia usaha memberikan kepercayaan kepada pemerintah Jakarta, kata Pramono dalam konfrensi persnya.
Ia menegaskan komitmennya untuk menjadikan stabilitas ekonomi sebagai fondasi dalam menjalankan berbagai program prioritas yang telah dirancang.
Adapun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) DKI Jakarta tahun ini ditetapkan sebesar Rp91,86 triliun.
Pramono mengatakan, hingga 20 November 2025, realisasi APBD menunjukkan tren yang sangat positif, dimana pendapatan daerah naik dari Rp62,39 triliun pada bulan Oktober menjadi Rp68,53 triliun pada bulan November.
“Ada kenaikan yang cukup tinggi dengan realisasi sebesar 81,15 persen dari target pendapatan Rp84,45 triliun sampai akhir Desember nanti,” ucapnya.
Sementara, belanja daerah meningkat dari Rp47,96 triliun menjadi Rp51,98 triliun atau 60,46 persen dari target Rp85,97 triliun.
Lalu, pembiayaan daerah tercatat Rp3,64 triliun, dan SiLPA mengalami peningkatan dari Rp18,08 triliun menjadi Rp20,09 triliun pada 20 Oktober 2025.
“Peningkatan realisasi belanja di akhir tahun ini dapat dipastikan mengingat masih ada sekitar 21.631 paket pengadaan barang jasa yang telah dilaksanakan dan proses tender oleh POKJA-BPPBJ telah mencapai 95,34 persen,” tutupnya.


















Discussion about this post