
Nias Selatan-SuaraNusantara
Pembangunan Jalan Lahusa Gomo yang hingga kini belum dikerjakan oleh PT Netral Lindo Jaya Mandiri sebagai rekanan pemenang tender. Padahal kontrak kerja dan uang muka sebesar 20 persen dari total pagu anggaran Rp. 10 miliar telah diterima oleh rekanan.
Warga sekitar pun resah dengan kondisi jalan yang bagai kubangan ternak dan seperti kolam ikan.
Salah seorang tokoh pemuda setempat, Seiman Lase, menilai harusnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias Selatan mendengar seruan hati rakyat, bukan malah membela para pengusaha yang berulah.
“Bila rekanan main-main, pemerintah harus bersikap tegas, putuskan kontrak kerja. Saya dengar sekarang rekanan baru memulai pekerjaan setelah keluar SP 2 (Surat Peringatan ke-2),” kata Seiman kepada SuaraNusantara, Sabtu (9/9/2017).
Sebelumnya Kabid Bina Marga Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nias Selatan Arsen Halu yang juga menjadi Panitia Pelaksana Kegiatan (PPK) menyebutkan PT Netra Lindo Jaya Mandiri tidak melaksanakan pekerjaan karena belum beroperasinya AMP (Asphalt Mixing Plant) yang ada di Sa’ua Telukdalam.
“Alasannya karena belum beroperasinya AMP yang ada di Sa’ua,” ungkap Halu saat ditemui di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu
Menyikapi hal itu Seiman Lase mengatakan, pemerintah harusnya menggunakan AMP yang sudah ada guna dan tidak mesti harus menunggu AMP yang sama sekali tidak beroperasi.
“Saya menduga kuat bahwa ada persekongkolan pemerintah dengan pemilikAMP dan rekanan,” ujar Seiman.
Dari informasi yang dihimpun, uji Lab AMP yang ada di Sa’ua Telukdalam belum turun. Di sisi lain bila kontrak kerja diputus, lelang berikutnya tidak memungkinkan lagi karena waktu yang mepet. Akibatnya berdampak pada warga setempat karena jalan tersebut yang tak kunjung tiba.
Jalan Lahusa Gomo dilintasi warga dari 9 kecamatan dan merupakan akses perekonomian satu-satunya yang menghubungkan kecamatan ke kota.
Penulis: Wilson Loi

















