“Jangan hanya manajemen seremonial, nanam 1 miliar, 1 juta pohon lupakan. Rakyat senang hal konkret, nyata dan ada manfaat nyata dan ada yang bisa kita lihat fisiknya karena menyangkut anggaran yang sangat banyak,” katanya.
Menurut Jokowi, penanaman jutaan pohon yang tidak disertai dengan pemeliharaan hanya menghamburkan anggaran negara tanpa memberikan hasil nyata untuk masyarakat.
“Biasanya kita setiap tahun melihat lepas hari menanam pohon Indonesia ditanam 1 miliar pohon, di daerah 1 juta pohon. Bertahun-tahun anggaran habis. Kalau saya tanya pohonnya ada di mana? Mana yang sudah hijau? Ada yang berani menunjukkan kepada saya?” ucap Jokowi.
Dalam peringatan kali ini, jumlah pohon yang ditanam berjumlah 45 ribu pohon, namun Jokowi akan terus mengecek sehingga pohon tersebut dapat tumbuh dan dapat bermanfaat.
“Saya lebih senang angka-angka 45 ribu lebih riil, ini pun saya pun harus cek, ikuti bener hidup 45 ribu atau hidup 2000 atau hidup hanya 3,” ungkapnya.
Dia juga meminta, pohon yang ditanam pun seharusnya sudah berukuran cukup besar sehingga dapat terus hidup. “Bibit 30-40 cm dipaksa tanam di lapangan tidak ada biaya pemeliharaaan mana bisa hidup? Bener gak?” ujarnya.
Selain itu, tujuan penanaman pohon menurut Jokowi adalah untuk mencegah bencana seperti banjir bandang. Presiden mengatakan, pemerintah akan terus melakukan perbaikan dalam penghijauan lahan supaya bencana banjir bandang dapat dicegah.
“Banjir bandang kita jadikan koreksi pasti ada sesuatu yang tidak betul, rusak yang perlu kita perbaiki dan perlu kita tanami,” ungkap Jokowi.
Kontributor: Maryono

















