Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Daerah

Mendagri Ingin Pilkada di Daerah Rawan Berlangsung Aman

Suara Nusantara by Suara Nusantara
30 January 2018
in Daerah
Reading Time: 2 mins read
A A
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (Foto: Humas kemendagri)

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (Foto: Humas kemendagri)

1
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (Foto: Humas kemendagri)

Jakarta-SuaraNusantara

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memahami munculnya pro kontra terhadapĀ  rencana penempatan perwira tinggi polisi jadi Penjabat Gubernur. Pemilihan kepala daerah tahun ini, memang beda dengan pemilihan serentak sebelumnya. Karena aromanya memang sudah berbau Pemilihan Presiden (Pilpres). Bisa dikatakan, Pilkada 2018, adalah ajang pemanasan semua partai, menjelang pesta demokrasi yang lebih besar.

Karena itu wajar, kata Tjahjo, jika kemudian apa apapun isu yang terkait dengan Pilkada direspon beragam. Tapi, ia menegaskan, dalam bekerja ia selalu menyandarkan pada aturan. Bukan pesanan apalagi titipan. Setiap keputusan yang akan diambil, ditelaah dulu dari sisi regulasinya, apakah melanggar aturan atau tidak. Jika tidak melanggar, ia akan meneruskan keputusan itu.

BACAJUGA

Bocoran Oppo Find X10: Siap Debut dengan Refresh Rate 165Hz dan Chipset Fabrikasi 3nm

Bocoran Moto G87: Siap Dominasi Pasar dengan Sensor Flagship!

Namun dengan tegas pula Tjahjo mengatakan, jika memang langkah yang diambilnya itu dipandang kontraproduktif, ia siap bertanggungjawab jawab. Dan dirinya siap salah. Siap ditegur atasan, dalam hal ini adalah Presiden Jokowi. Tjahjo mengatakan itu, saat dengan mendadak menyambangi ruangan yang biasa dipakai wartawan ngumpul di kantor Kementerian Dalam Negeri Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Usai menghadiri rapat koordinasi persiapan angkutan lebaran di kantor Kementerian Perhubungan, penegasan serupa kembali diucapkan Tjahjo, ketika diwawancarai para wartawan usai rapat.Ā  Saat itu, wartawan yang mencegat Tjahjo, banyak bertanya seputar isu Penjabat Gubernur dari perwira tinggi Polri yang sedang menghangat.

Kata Tjahjo, waktu Pilkada tahun lalu, sebenarnya, ia melakukan langkah yang sama, ketika menempatkan Irjen Polisi Carlo Tewu, sebagai Penjabat Gubernur di Sulawesi Barat. Ia minta wartawan merefresh ingatannya, kembali membuka file berita tahun lalu, ketika dirinya juga mengangkat Irjen Carlo Tewu sebagai penjabat. Carlo Tewu, ketika jadi penjabat juga adalah perwira tinggi aktif di kepolisian.

Ketika itu, tidak satu pun protes muncul. Tidak ada yang menggugat. Sama sekali tak ada yang protes. Berbeda dengan sekarang, baru usulan sudah dihujani protes dan kritikan. Awalnya, ia sendiri agak heran, kenapa dulu tak protes. Namun akhirnya, ia mafhum, Pilkada tahun ini, memang beda. Pilkada tahun 2018, aromanya sudah berbau Pilpres.

“Coba kamu baca file tahun 2016, itu saya sudah nunjuk, melantik pejabat Polri dan TNI.Ā  Karena ini daerah yang area konfliknya tinggi. Satu pun enggak ada yang protes. Aman lancar sesuai tujuannya,” kata Tjahjo pada para wartawan usai dia menghadiri rapat di kantor Kementerian Perhubungan.

Tentang ini, Tjahjo sudah menjelaskan berulang kali dalam beberapa kesempatan. Menurut Tjahjo, ketika ia akan menempatkan perwira baik itu dari TNI dan Polri, dirinya selalu mengkonsultasikan itu dengan pejabat dan menteri terkait, disamping menelaah dulu dari sisi payung hukumnya. Jadi bukan keputusan sepihak semata dari dirinya atau Kemendagri.

Pertimbangannya pun jelas, semata agar Pilkada itu berjalan aman dan damai. Aceh misalnya dalam hajatan Pilkada tahun lalu, masuk dalam kategori rawan konflik. Dan itu berdasarkan pemetaan dari Bawaslu dan juga aparat keamanan. Sebagai pembina politik dalam negeri, tentu ia tak ingin Pilkada yang harusnya jadi pesta demokrasi yang menggembirakan rakyat, justru jadi ‘bara’, karena ada gesekan atau konflik. Sebab, ketika konflik terjadi, yang dirugikan pertama kali, tentu rakyat. Warga yang jadi korban pertama. Ujungnya, Negara dan bangsa bakal kena imbasnya.

Instabilitas karena konflik politik, bisa menganggu jalannya pembangunan. Citra Indonesia di mata investor pun akan turun. Gaduh sedikit saja berpengaruh, apalagi sampai terjadi konflik. Ia tak ingin itu terjadi. Pilkada harus berlangsung dan aman. Dan, ia bersyukur Pilkada di daerah yang awalnya dikhawatirkan rawan, bisa berjalan dengan aman. Sedikit banyak, itu karena kepemimpinan dari Penjabat Gubernur yang ditugasi mengawal Pilkada agar berjalan sukses tanpa kegaduhan.

Seperti diketahui pada 30 Desember 2016, Tjahjo Kumolo sebagai Mendagri melantik Irjen Polisi Carlo Tewu sebagai Penjabat Gubernur Sulawesi Barat di Gedung Kementerian Dalam Negeri. Saat melantik Carlo, Tjahjo merasa yakin sang jenderal polisi bisa menjalankan tugasnya mengawal Pilkada di Sulawesi Barat berjalan aman dan damai. Dan, Pilkada di bumi Sulawesi Barat memang berjalan aman. Tanpa kegaduhan. Tanpa riak konflik. Padahal, menjelang Pilkada digelar, provinsi itu masuk dalam kategori daerah rawan konflik.

Sumber: Puspen Kemendagri

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Raih Penghargaan Kemendagri, Wagub Rano Tegaskan Komitmen Perkuat Layanan Publik. (Dok: Humas Diskominfotik)
Daerah

Raih Penghargaan Kemendagri, Wagub Rano Tegaskan Komitmen Perkuat Layanan Publik

by SNC 7
28 April 2026

Suaranusantara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meraih Piagam Penghargaan...

Sebanyak 192 pejabat Eselon III dan IV di Lebak dilantik.(Def/SuaraNusantara)
Daerah

Lantik 192 Pejabat Eselon III dan IV, Bupati Lebak Tegaskan Mutasi Tak Ada Pungli

by Defa
28 April 2026

SuaraNusantara.com- Sebanyak 192 pejabat Eselon III dan IV di...

Rano Karno: Tanpa Seni, Jakarta Hanya Kumpulan Beton Tanpa Jiwa

27 April 2026
Tak Ada Benang Jahit, Ibu di Lebak Gagal Melahirkan di RSUD hingga Bayi Meninggal dalam Kandungan

Tak Ada Benang Jahit, Ibu di Lebak Gagal Melahirkan di RSUD hingga Bayi Meninggal dalam Kandungan

24 April 2026

Aksi Premanisme Kian Marak, DPRD DKI Desak Pramono Bentuk Satgas Gabungan

23 April 2026

DPRD DKI Pertanyakan Klaim Rano Karno soal Pertumbuhan Pariwisata Jakarta 9,66%

23 April 2026

POPULER MINGGU INI

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

10 months ago
Kabid Perparkiran Dishub Lebak, Asep Topik.(Def)

Tahun Ini, Target PAD Retribusi Parkir di Lebak Rp 407 Juta

3 years ago
Ini Hambatan Pemkab Tangerang Soal Pengelolaan Gerai Tangerang Gemilang

Ini Hambatan Pemkab Tangerang Soal Pengelolaan Gerai Tangerang Gemilang

7 years ago
Antisipasi Ajakan Golput, Puluhan Polisi Jaga PSU di Desa Bunar

Antisipasi Ajakan Golput, Puluhan Polisi Jaga PSU di Desa Bunar

7 years ago
UU TNI baru digugat ke MK oleh sebanyak tujuh orang mahasiswa UI (foto : setkab.go.id)

Putusan MK Menolak Pemilu Proporsional Tertutup

3 years ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

Habiburokhman: Sistem Peradilan Kita Masih Berat Sebelah

BERITA TERKINI

Presiden Prabowo Subianto (Dok ist)
Nasional

Prabowo Subianto: Indonesia Harus Bangkit Jadi Negara Besar dan Disegani Dunia

by Drt
29 April 2026

Suaranusantara.com- Presiden RI, Prabowo Subianto, kembali menegaskan visi besarnya untuk membawa Indonesia menjadi negara maju yang dihormati...

Israel serang balik Iran

Gencatan Senjata Belum Redam Konflik, Serangan Israel Tewaskan Keluarga di Lebanon

29 April 2026
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Kang Dedi Mulyadi (KDM) rencana akan turut mengirimkan warga sipil dewasa yang bermasalah (instagram @dedimulyadi71)

Pemprov Jawa Barat Tanggung Biaya Perawatan dan Santunan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

29 April 2026
Prabowo Subianto di acara Hari Buruh di Monas, Kamis 1 Mei 2025 (Dok ist)

Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir di Peringatan Hari Buruh 2026 di Monas

29 April 2026

KAI Refund 4.447 Tiket Terdampak Insiden Bekasi Timur

29 April 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

Ā© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

Ā 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com