
Medan – SuaraNusantara
Ribuan nelayan yang datang dari Kabupaten Langkat, Kota Medan (Belawan), Batubara, Tanjungbalai, dan Sibolga/Tapteng yang tergabung dalam Forum Aliansi Nelayan Sumatera Utara, menggelar aksi unjukrasa ke DPRD Sumut, Kamis (8/2/2018).
Dalam orasinya, para nelayan menilai bahwa Menteri Kelautan dan Perikanan telah melakukan tindakan pengkotak-kotakan wilayah tangkapan ikan bagi para nelayan.
Bahkan melalui spanduk yang dibentangkan memanjang, mereka torehkan kalimat penolakan terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan yang telah menyengsarakan para nelayan. Mereka juga, meminta agar Menteri Kelautan dan Perikanan dicopot.
“Kita punya hak yang sama dengan para nelayan yang ada di NKRI, karena nelayan Sumatera Utara, juga bagian dari NKRI,” demikian orasi mereka.
Para nelayan Sumatera Utara, meminta agar pemerintah tidak membeda-bedakan hak tangkap ikan para nelayan.
“Menteri Kelautan dan Perikanan, jangan menyengsarakan nelayan Sumatera Utara. Kalau di daerah lain diberi kebebasan menggunakan alat tangkap ikan, maka nelayan Sumatera Utara, juga diberikan hak yang sama,” kata para nelayan.
Mereka menggambarkan tentang penggunaan alat cantrang. Jika di wilayah Jawa, diberi hak menggunakannya, maka nelayan Sumatera Utara juga dapat menggunakan alat tersebut.
“Jika kami tidak diberikan hak yang sama, maka para nelayan Sumatera Utara akan banyak yang menjadi pengangguran,” kata mereka.
Penulis: Ingot Simangunsong

















