
Medan – SuaraNusantara
Bermartabat itu artinya kita punya harga diri. Harga diri Sumut harus dimulai dari rasa aman, sejahtera hingga prestasi. Dan ini sesuai dengan visi-misi, pasangan calon Gubsu/Wagubsu Nomor Urut 1, Edy Rahmayadi – Musa Rajekshah, yakni “Sumut Bermatabat.”
Hal itu disampaikan Cawagubsu Musa Rajekshah–yang akrab dipanggil Bang Ijeck–dalam acara talkshow seri Pentas Pilkada, Radio MNC Trijaya FM Medan yang dipandu penyiar senior Iskandar Prapanca, Senin (26/2018).
Dalam dialog yang disiarkan langsung itu, sejumlah penelepon menyampaikan harapan dan curhatnya kepada Ijeck.
Di antaranya soal pertanian, birokrasi, perbaikan pelayanan kepada masyarakat, pemberantasan narkoba hingga program perumahan rakyat DP nol rupiah.
Pada acara bertema “Menelaah Visi Misi Cagub-Cawagubsu”, Ijeck menggarisbawahi, visi Sumut Bermartabat dibagi dalam lima poin, yakni mengurangi angka pengangguran, memperbaiki dan perbaikan kualitas infrastruktur, sistem pendidikan yang cerdas, layanan kesehatan yang berkualitas dan peningkatan daya saing masyarakat seperti kedaulatan pangan.
“Banyak harapan masyarakat soal lapangan kerja. Untuk itu pentingnya membentuk balai latihan kerja, prgram magang pekerja usia muda, meningkatkan entrepeneur, pengusaha muda. Tentu memerlukan bantuan modal yang akan kita siapkan,” urai Ijeck.
Ijeck menandaskan diperlukan kerjasama lintas pihak terutama perguruan tinggi. Ini penting mengingat peran perguruan tinggi dalam mengurangi angka pengangguran. Begitu juga soal infrastruktur. Saat ini kondisi infrastruktur di Sumut banyak dikeluhkan.
“Infrastruktur jalan misalnya. Ini berdampak pada ekonomi publik. Misalnya buruknya jalan bisa menghambat warga dalam berdagang,” kata Ijeck.
Khusus buruknya jalan yang berstatus jalan nasional, Ijeck menggarisbawahi perlunya lobi dan komunikasi intens dengan pemerintah pusat.
“Masyarakat jangan dicekoki lagi dengan statemen bahwa jalan nasional bukan tanggungjawab provinsi. Jangan. Apa gunanya ada pemerintah. Yang dibutuhkan masyarakat itu adalah infrastruktur yang layak, bukan alasan-alasan. Di sinilah peran provinsi berkomunikasi dengan pusat,” imbuh Ijeck.
Penulis: ingot simangunsong

















