Tangerang Selatan – Tingginya intensitas hujan sejak sebulan terakhir di kota Tangerang Selatan, membuat virus demam berdarah (DBD) menghantui wilayah tersebut.
Fauziah, salah seorang warga RT 02/04, Kelurahan Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong mengatakan, di wilayah tersebut telah banyak korban yang terjangkit wabah tersebut.
Tercatat, hingga Januari 2019 telah terdapat 10 orang menjadi korban keganasan gigitan Aides Aigepty.
“Mayoritas warga penderita DBD dirawat di Rumah Indonesia Sehat (RIS), Lengkong Gudang Timur,” ucapnya, Selasa (22/1/2019).
Fauziah menjelaskan, sampai saat ini belum mendapat respon dari Pemkot Tangsel khususnya dari kader kesehatan dan juru pantah jentik.
“Laporan warga belum direspon, termasuk permintaan pengasapan atau fogging. UGD di RIS sampai penuh. Puskesmas juga katanya rame pasien DBD,” katanya.
Terpisah, Ketua RW 05, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Gatam Soleh, juga menyatakan hal senada. Laporan yang ia terima sudah ada dua orang warga RT 04 dan 05 terjangkit virus DBD.
“Padahal warga selalu rutin membersihkan got, tetapi itu saja tidak cukup,” terangnya.
Selain dengan kerja bakti membersihkan lingkungan, untuk membunuh jentik nyamuk diperlukan fogging. Namun, permintaan foging ke pemerintah sangat lama.
“Kami sudah sering kali mengajukan foging ke pemerintah. Tetapi tidak pernah datang. Prosesnya juga sangat lama. Akhirnya, warga mencari jalannya sendiri,” tukasnya. (ger/nji)


















Discussion about this post