Pandeglang – Kementerian Sosial mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk mengenalkan mitigasi bencana kepada pelajar tingkat dasar di wilayah terdampak tsunami Selat Sunda beberapa waktu lalu melalui program Tagana Masuk Sekolah (TMS).
“Kami dikirimkan untuk mengajar mengenai tanggap darurat masalah kebencanaan di wilayah terdampak tsunami,” ungkap Ketua Regu Tagana Dari Perwakilan Tangerang Selatan, Giri Kurniawan, Sabtu (16/2/2019).
TMS merupakan program Kementerian Sosial untuk wilayah Banten khusus untuk daerah yang terdampak tsunami. Salah sekolah yang dikunjungi TMS adalah SDN 1 Tegal Papak, Kecamatan Pagelaran.
Sekolah yang berlokasi di Kepenimbangan, Desa Margagiri, Pagelaran, Kabupaten Pandeglang memang berada tak jauh dari pantai. Namun sekolah tersebut tidak terkena tsunami yang disebabkan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) beberapa waktu silam.
Giri mengatakan, TMS memberikan pemahaman kepada para siswa soal tanggap darurat bencana untuk bisa menyelamatkan diri saat bencana datang.
“Jadi pengenalan diri, apa itu Tagana ke para siswa di sekolah yang terdampak bencana. Jika ada bencana saat tengah berada disekolah mereka paham ketika gempa untuk menyelamatkan diri,” terangnya.
Jika ada gempa disekolah, siswa harus berlindung dibawah meja yang dianggap bisa menahan beban yang besar.
“Kalau ada gempa, hindari kaca, lari kelapangan luas atau tempat-tempatnya dianggap aman,” ujarnya. (aep/aul)


















Discussion about this post