Tangerang Selatan – Viralnya video Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany dibonceng tidak menggunakan helm mendapat perhatian serius Kementerian Perhubungan. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pun menanyakan kebenaran berita tersebut kepada Walikota Tangsel.
Menteri Perhubungan Budi Karya menjelaskan, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany telah meminta maaf atas viralnya video dirinya yang tidak mengenakan helm saat mengunjungi warga.
“Bu Wali bilang sama saya, kemarin naik motor dipaksa warga tapi lupa pakai helem tiba tiba viral. Walikota sudah minta maaf. Tandanya walau dekat harus pakai helm,” ucap mantan Dirut PT Angkasa Pura II ini.
Budi menjelaskan, sejatinya fungsi helm sangat penting dalam berlalu lintas. Dikarenakan melindungi kepala jika terjadi kecelakaan.
“Helm itu sangat penting fungsinya,” tambahnya.
Sementara itu, Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany meminta maaf atas kejadian tersebut. Ia mengatakan, di awal menjadi Wali Kota ia terbiasa menggunakan sepeda sehingga lupa untuk memakai helm saat dipaksa warga menggunakan sepeda motor.
“Diawal menjadi Walikota saya terbiasa berkeliling kota Tangsel melihat pembangunan naik sepeda. Tapi lama-lama tinggal saya sendiri karena pejabat lainnya naik motor, alasannya mereka tidak kuat menemani Bu Wali naik sepeda. Sehingga saya beralih naik motor untuk masuk ke kampung kampung melihat pembangunan ” ucapnya.
Airin mengatakan, saat viral beberapa waktu lalu ia sedang melayat. Diwaktu yang sama terdapat warga yang sedang melakukan kerja bakti dan minta dilihat.
“Dari lokasi melayat saya jalan kaki sembari memeriksa kondisi gorong-gorong pasca banjir beberapa waktu lalu. Pas saya sudah naik mobil, warga lainnya juga ingin dilihat,” imbuhnya.
“Takut tidak keburu ada warga yang menawari saya naik motor biar cepat. Saya juga sempat tanya ke pengendara ada helm apa tidak, ternyata tidak. Akhirnya saya memutuskan naik karena hanya beberapa meter dan akhirnya viral,” tambahnya.
Menurut Airin, insiden tersebut menyadarkannya akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Meski jarak tidak terlalu jauh, namun keselamatan tidak mengenal jarak.
“Itu menyadarkan saya, walaupun hanya satu meter kita harus menjaga keselamatan karena kita tidak tahu kapan musibah dapat terjadi. Saya teringat ada kepala dinas saya yang meninggal akibat kecelakaan. Saya disadarkan oleh Allah, berapapun jaraknya harus pakai helm,” tambahnya. (ger/nji)


















Discussion about this post