Kota Tangerang – Sebanyak 200 kepala keluarga (KK) konsumen properti syariah perumahan rumahku surgaku berkumpul di hotel Grand Western Serpong. Mereka berkumpul untuk mengikuti prosesi akad istisna pembelian unit.
CEO PT Cipta Sumber Mas, Dery Suandi mengatakan, seluruh KK tersebut dikumpulkan untuk melakukan ikatan perjanjiaan pembelian rumah didua lokasi yaitu Sangiang Islamic Vilage dan Al Kausar Moeslem City dengan jumlah masing – masing 1.000 unit rumah yang tawarkan.
“Mereka yang telah melakukan akad telah memiliki kavling, melunasi uang muka dan melengkapi persyaratan. Selanjutnya mereka masuk kedalam tahal inden (serah terima kunci) selama 12 hingga 24 bulan tergantung kemampuan pembayaran,” ucapnya ketika ditemui, Kamis (28/2/2019).
Deri mengaku, kehadiran rumah berbasis syariah menjadi solusi bagi masyarakat untuk memiliki hunian yang terjangkau. Terlebih adanya kemudahan persyaratan membuat semua orang berhak mensapatkan unit yang diinginkan.
“Sudah 50% sold oud. Kami menggunakan spek yang baik dengan rata rata luas tanah per unit seluas 60 meter persegi. Harga pasaran 162 juta hingga 198 juta dengan tempo pembayaran selama 10 tahun. Jangan lihat harganya, tapi lihat tempo pembayarannya. Insya allah tahun ini seluruh unit sold out,” tambahnya.
Bagi yang berminat, sambung Dery, konsumen cukup membayar uang muka sebesar Rp 28 juta – 38 juta dengan cicilan perbulan Rp 1,5 – Rp 2 juta selama 24 bulan. Setelah itu, saat memasuki tahap serah terima kincin pembeli cukup membayar Rp 1,2 – 1,5juta selama 24 bulan.
” Pembeli produk kami didominasi dari Jakarta. Karena aksesnya dekat dengan Kalideres dan 15 menit dari Bandara Soekarno Hatta. Nantinya sepanjang jalan akan ditanami penghijauan yang akan menambah kenyamanan penghuni,” tambahnya.
Data yang diperoleh, sebanyak 40% dimasing-masing perumahan tersebut digunakan untuk fasos fasum. Sedangkan 20 % lahan lainnya digunakan untuk sarana dan prasarana berupa jalan dan saluran, serta 20% sisanya peruntukannya untuk lahan sosial seperti tempat ibadah dan ruang terbuka hijau. (ger/nji)

















Discussion about this post