Kabupaten Pandeglang – Identitas mayat terbungkus dalam karung yang ditemukan di bawah jembatan Ciseukut, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, belum juga terungkap.
Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono menuturkan, identifikasi sulit dilakukan karena kondisi jenazah yang sudah rusak. Diduga, mayat sudah satu minggu berada di air.
“Jadi belum diketahui identitasnya karena sudah rusak semua. Tangan-tangan, kulitnya sudah terkelupas. Jadi untuk mengetahui sidik jarinya itu sangat susah. Kemudian matanya karena ditutup lakban, retinanya sudah rusak, untuk mengetahui identitasnya agak kesulitan,” ungkap Indra kepada wartawan, Kamis (11/4/2019).
Polisi terus berupaya mengungkap identitasnya karena mayat berjenis kelamin laki-laki ini diduga merupakan korban pembunuhan.
“Sementara dapat kami simpulkan bahwa ada bekas kekerasan pada tubuh mayat tersebut, sehingga menyebabkan meninggal,” ujarnya.
Namun, Indra tak bisa memastikan apakah ada keterkaitan dengan mayat di dalam karung yang ditemukan di Pantai Karibea, pada Minggu (7/4) lalu.
“(Mayat kedua) kalau kita lihat ini lukanya cukup banyak, perutnya, pelipisnya, matanya dilakban. Yang membedakan pada mayat kedua ini tidak ditemukan batu di dalam karung. Ada yang sama, ada yang tidak . Yang sama itu (luka) di pelipis. Sayatannya juga berbeda,” jelas Indra.(aep/and)


















Discussion about this post