Kabupaten Pandeglang – Pilpres dan Pileg yang digelar secara bersamaan membuat tenaga penyelenggara Pemilu di tingkat KPPS, PPS dan PPK terkuras. Diduga karena faktor kelelahan, tak sedikit anggota KPPS yang meninggal dunia dan sakit.
Melihat hal itu, banyak pihak meminta agar Pileg dan Pilpres tak lagi digelar serentak. Tak terkecuali Bupati Pandeglang Irna Narulita yang ikut angkat bicara.
Data terbaru yang dirilis KPU RI, jumlah anggota KPPS yang meninggal dunia bertambah menjadi 119 orang, dan 548 orang sakit tersebar di 25 provinsi.
“Saya harap ini jadi pelajaran untuk dibahas kembali, untuk Pemilu lima tahun yang akan datang, karena dengan cara ini sangat miris dan memprihatinkan banyak memakan korban,” kata Irna saat memantau proses rekapitulasi suara di Kecamatan Cadasari, Rabu (24/4/2019).
Menurut Irna, bisa saja pelaksanaan Pilpres dan Pilkada dilaksanakan serentak, namun tidak untuk Pileg karena jumlah surat suara yang terlalu banyak. Kader Partai Demokrat ini berharap, penyelanggaraan Pemilu serentak kembali dikaji.
“Jika Pileg, kami rasa harus terpisah, sehingga tidak makan waktu yang cukup banyak dalam melakukan rekapitulasi suara di tingkat kecamatan,” ujarnya.
Lamanya rekapitulasi suara di tingkat kecamatan, disebabkan beban pekerjaan yang cukup tinggi baik di tingkat PPK dan KPPS.
“Harusnya tadi malam selesai semua karena beban mereka yang cukup tinggi jadi hingga saat ini masih rekapitulasi,” imbuhnya.(aep/and)


















Discussion about this post