Kabupaten Pandeglang – Tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 di Kabupaten Pandeglang tak mencapai target 77,5%. Dari 930.761 jumlah pemilih, sebanyak 150.069 jiwa tak menyalurkan hak pilih.
Ketua KPU Pandeglang Ahmad Sujai mengatakan, meski tak mencapai target, namun angka 76% dinilai tidak buruk.
“Angka partisipasi memang di bawah target, karena hanya 76%, artinya 1% persen di bawah target. Tidak begitu jauh meleset,” kata Sujai, Kamis (9/5/2019).
Menurutnya, angka tersebut merupakan keberhasilan KPU dalam menyampaikan informasi dan mensosialisasikannya. Kata dia, meningkatnya partisipasi pemilih juga terlihat dari sejumlah indikator, salah satunya, meningkatnya kualitas pemilih.
Kendati demikian, penyelenggara tidak ingin jumawa. Karena meski tingkat partisipasi hampir mendekati target, namun tetap saja harus dijadikan bahan evaluasi. Mengingat tidak lama lagi, Pandeglang akan kembali menggelar pesta demokrasi Pilkada pada tahun 2020.
“Tentunya ketika tidak tercapai kaitan dengan target ini suatu hal yang harus diakui untuk dilakukan bahan evaluasi ke depan, apalagi Pandeglang akan melangsungkan Pilkada,” ujarnya.
Bukan kali ini target partisipasi pemilih di Pandeglang tak tercapai. Beberapa kali hajat demokrasi lima tahunan dilakukan, minat masyarakat menyalurkan hak pilih belum sesuai harapan.
Pada Pemilu tahun 2014, angka partisipasi menyentuh di angka 70% saat Pileg. Namun memasuki tahapan Pilpres, angkanya merosot menjadi 66%. Bahkan dua Pilkasa presentasenya kembali menurun drastis.
Pada Pilbup, partisipasi pemilih hanya 56%. Sementara pada Pilgub 2017, angkanya 58%.
“Dibanding dengan Pemilu sebelumnya malah lebih baik. Artinya target kita 77,7% paling tidak sudah 99% tercapai,” pungkas Sujai.(aep/and)


















Discussion about this post