Pandeglang – Bupati Pandeglang Irna Narulita kembali merombak susunan pejabat. Selama menjabat sebagai bupati, Istri Dimyati Natakusumah ini memang sudah sering kali membongkar pasang pejabat.
Mutasi yang sering kali dilakukan Irna mendapat perhatian KPK karena khawatir berpotensi terjadi praktik jual beli jabatan.
Namun, Irna mengaku tidak takut jika sampai mendapat teguran dari lembaga antirasuah itu. Dirinya siap mempertanggungjawabkan dan memastikan, bahwa mutasi yang dilakukan bebas dari praktik kotor.
“Oh tidak, tidak (takut) sama sekali. Saya berani berteriak paling depan,” kata Irna, Kamis (22/8/2019).
“Sepanjang penilaian kami objektif, terus ini kebutuhan organisasi, tidak ada namanya muatan jual beli, kami akan pertanggungjawabkan dihadapan KPK, bahkan kepada Allah dan masyarakat,” sambung Irna.
Irna menegaskan, mutasi semata-mata karena kebutuhan organisasi untuk menunjang percepatan kinerja tanpa kepentingan politik.
“Saya tidak nyomot (pejabat) dari luar, cumanorang-orang itu saja diputar di situ. Kami buat penyegaran diperlukan. (Jabatan) Bupati hanya lima tahun, sedangkan rotasi mutasi selama satu tahun setengah, jika dibutuhkan kenapa tidak,” katanya.
Pejabat telah menandatangani pakta integritas supaya menyelesaikan progres yang telah ditentukan. Jika tidak tercapai, kata Irna, tidak masalah menggeser pejabat tersebut, terlebih pemkab selalu berkoordinasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
“Kami selalu koordinasi dengan KASN,” imbuhnya.(aep/and)


















Discussion about this post