Pandeglang – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pandeglang menargetkan, luas tambah tanam (LTT) Padi mencapai 10.092 hektar.
Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, setiap tahun lahan persawahan didiamkan saat musim kemarau. Namun, ada inovasi dari Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Pandeglang untuk mengelola lahan tersebut agar bisa diolah petani.
“Tahun ini pertaruhan untuk kita agar bisa mencapai target LTT tadi di musim kemarau yang sangat ekstrem, mereka berupaya dan ternyata ketemu,” kata Irna, kemarin.
Terdapat 13 titik lahan persawahan, salah satu lokasinya berada di Desa Kadubera, Kecamatan Pucung. Untuk menunjang aliran air pada puluhan hektar lahan persawahan di desa tersebut, ada 8 buah pompa air yang disiapkan untuk menyedot air dari Kali Cilember. Di lokasi tersebut, sekitar 400 hektar lahan persawahan tadah hujan.
Kepala Distan Pandeglang Budi S Januardi mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh Gempita yang mengolah lahan persawahan khususnya di Desa Kadubera yang sebelumnya tidak pernah ditanami padi saat musim kemarau.
“Ini tidak pernah dikelola setiap bulan Agustus-September. Ingin merubah mindset dari kelompok tani muda berkarya,” terang Budi.
Supaya para petani tidak mengeluarkan banyak biaya, Distan tengah berupaya mengusulkan bantuan operasional pada Kementerian Pertanian (Kementan).
“Kamu lagi berupaya mengajukan permohonan bantuan operasional untuk solar,” imbuhnya.(aep/and)


















Discussion about this post