Depok, Suaranusantara.com – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra menyoroti dampak lain dari polemik yang terjadi di SDN 1 Pondok Cina, yakni masalah psikologis anak.
Untuk keberlangsungan dan keberhasilan pendidikan anak, Jasra pun meminta untuk memisahkan konflik dan pendidikan pada kamar yang berbeda.
“Konflik itu kamar yang berbeda, proses belajar juga kamar yang berbeda. Jadi, bagaimana jalan tengah ini. Soal perpindahan sekolah, orangtua belum bersepakat mengenai hal itu karena di sekolah baru pun saya dengar anak-anak mengalami bully juga, jadi berpindah itu memang tidak mudah,” ungkapnya.
Dampak dari bullying inilah yang dirasa harus ditangani segera sebab akan menggangu psikologi para siswa, sehingga dirinya pun meminta untuk diambil langkah cepat penyelesaiannya.
“Saya kira dampak ini harus ditangani juga. Jadi, rekomendasi kita juga bagaimana Dinas Perlindungan dan Pemberdayaan Anak harus memperhatikan psikologi para siswa,” tegas Jasra.
Sebelumnya, Jasra juga akan memastikan terkait persoalan ini, dirinya akan berkordinasi dengan komisioner yang lain termasuk dengan Ketua KPAI.
“Tentu kita sangat prihatin dengan situasi ini. Apapun keputusannya, tentu bagi KPAI adalah kepentingan terbaik bagi anak merupakan pertimbangan pertama kita,” jelasnya.
“Kita akan terus lakukan komunikasi dengan Pemkot Depok untuk melahirkan rekomendasi terkait permasalahan ini,” sambungnya.(ADT)


















Discussion about this post