SuaraNusantara.com – Tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Parungpanjang, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten, Senin (22/7/2024).
Hal tersebut dikarenakan tidak ada siswa yang masuk sekolah. Ratusan siswa dari mulai kelas 1 hingga kelas 6 mogok belajar.
Ketua Komite SDN 1 Parungpanjang, Jamri menuturkan, tidak ada siswa yang masuk untuk mengikuti KBM seperti biasa disebabkan kekecewaan para wali murid karena Dinas Pendidikan (Dindik) Lebak tak juga mengganti kepala sekolah.
Padahal, ratusan wali murid sudah membuat surat pernyataan menolak sekolah tetap dipimpin oleh H.
“Seminggu yang lalu wali murid membuat pernyataan meminta dinas mengganti Ibu H selaku kepala sekolah. Tapi sampai hari ini belum diganti membuat wali murid marah dan muncul lah aksi tersebut,” kata Jamri.
Keinginan wali murid untuk mengganti kepala sekolah bermula dari kekecewaan terhadap H terkait dengan tabungan seluruh siswa yang jumlahnya mencapai Rp80 juta lebih tidak diserahkan kepada wali murid tepat waktu.
“Janjinya H-2 kenaikan kelas, tapi pas hari itu enggak ada kabar dan baru diserahkan setelah hari ketujuh kenaikan kelas. Pastinya, wali murid marah dan kecewa karena sebelum kenaikan itu kan emang lagi butuh-butuhnya uang buat beli keperluan sekolah,” papar Jamri.
Terpisah, Ketua PGRI Wanasalam, Syahrosi membenarkan, adanya mogok belajar siswa SDN 1 Parungpanjang.
“Dipicu karena tuntutan wali murid tidak dikabulkan. Betul ini buntut dari tabungan siswa yang lambat dibagikan, tapi alhamdulillah hutang piutang itu sudah diselesaikan dan tidak ada masalah,” ungkapnya.
Syahrosi mengatakan, desakan wali murid mengganti kepala sekolah rupanya sudah masuk dan diproses oleh Dindik Lebak.
“Pada hari pertama masuk sekolah, usulan itu sudah tersampaikan ke bagian kepegawaian dinas dan sedang diproses. Kami juga sudah menyampaikan bahwa usulan itu sedang ditangani dinas,” ungkap Jamri.
Sementara itu, Kabid Pendidikan SD Dindik Kabupaten Lebak Hadi Mulya mengaku, pihaknya sudah memanggil H.
“Jadi video mogok sekolah itu hari ini, sebenarnya persoalan tabungannya udah beres. Entah kenapa ini akhirnya ramai lagi. Jadi terkait hal itu, sedang kita dalami,” ujar Hadi.
Usai videonta beredar, Hadi mengaku, Dindik Lebak langsung ke lokasi agar KBM bisa kembali normal.
“Kami sudah bergerak dan diskusi, KBM akan berjalan kembali besok, jangan sampai nanti anak yang akan dirugikan,” katanya.(Def)


















Discussion about this post