Suaranusantara.com- Suasana pasar keuangan global kembali memanas. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan setelah mengeluarkan pernyataan kontroversial soal tarif perdagangan. Kali ini, Indonesia jadi salah satu negara yang terkena imbasnya.
Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Senin, IHSG masih mampu menguat tipis sebesar 0,52 persen atau naik 35,74 poin, dan berakhir di level 6.900,93. Namun, kabar dari Negeri Paman Sam langsung mengubah arah sentimen investor pada hari ini.
Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyampaikan bahwa langkah pemerintah AS yang kini mengutamakan penyelesaian kerja sama dagang dengan 18 mitra strategis menjadi isu utama yang memengaruhi dinamika pasar.
Dari kesepakatan tersebut, sebagian besar belum mencapai kesepakatan final, dan justru menimbulkan ketidakpastian baru di tengah investor global.
“AS kini memprioritaskan kesepakatan dagang dengan 18 negara mitra utama. Beberapa sudah memasuki tahap akhir, namun belum menemui titik temu,” kata Nico dalam risetnya, Selasa.
Meskipun jadwal pemberlakuan tarif secara resmi digeser dari 9 Juli ke 1 Agustus 2025, Nico menekankan bahwa tanggal 9 Juli tetap menjadi sorotan pelaku pasar. Pasalnya, hari tersebut diyakini menjadi momentum di mana Trump bisa saja melontarkan kebijakan yang mengejutkan atau bahkan memicu gejolak pasar.
Lebih lanjut, Trump juga menyuarakan potensi tarif tambahan sebesar 10 persen kepada negara-negara anggota BRICS, termasuk Indonesia. Kelompok negara ini dianggap oleh AS sebagai kubu yang berseberangan dengan kepentingan Washington, sehingga menjadi target tekanan ekonomi selanjutnya.
“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 6.810–6.960,” ujar Nico.
Sementara dari dalam negeri, perhatian investor turut tertuju pada langkah-langkah pemerintah dalam menindaklanjuti hasil kesepakatan terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) untuk tahun anggaran 2026.
Implementasi dari asumsi dasar ekonomi tersebut dinilai penting untuk menopang keyakinan pelaku pasar terhadap prospek perekonomian nasional.
Dengan kombinasi tekanan eksternal dari AS dan ketidakpastian respons dalam negeri, pasar hari ini diprediksi akan bergerak hati-hati. Pelaku pasar disarankan untuk mencermati sentimen global secara cermat sebelum mengambil posisi.

















Discussion about this post