Suaranusantara.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi permintaan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Pandjaitan yang meminta agar anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dipangkas.
Kata Purbaya, usul Luhut itu diterima olehnya. Itu artinya Luhut sendiri sudah melihat langsung penyerapan anggaran MBG di lapangan yang berjalan dengan baik.
Walau berjalan cukup baik di lapangan, Purbaya mengatakan keputusan akhir tetap akan bergantung pada realisasi penyerapan hingga akhir Oktober. Apabila penyerapan masih rendah, maka sebagian anggaran akan dialihkan.
“Pak Luhut itu kan sudah mengakses penyerapan anggarannya, berarti dia nilai itu sudah bagus semua. Tapi kan kita melihat sampai akhir Oktober, kalau tidak menyerap ya kita akan potong juga,” ujar Purbaya di Monas, Jakarta Pusat, Minggu 5 Oktober 2025.
Luhut sebelumnya meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar tidak memangkas anggaran MBG.
Hal itu disampaikan Luhut usai bertemu dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Kantor DEN, Jakarta Pusat. Luhut mengatakan penyerapan dana program tersebut kini sudah membaik.
“Tadi kami pastikan juga bahwa penyerapan anggarannya sekarang kelihatan sangat membaik, sehingga Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa) ndak perlu nanti ngambil-ngambil anggaran yang tidak terserap,” kata Luhut dalam konferensi pers usai pertemuan tersebut, Jumat 3 Oktober 2024.
Luhut menilai, serapan anggaran yang semakin optimal akan memberi dampak besar pada ekonomi masyarakat kecil. Bahkan, program MBG tercatat mampu menyerap 380 ribu tenaga kerja.
“Tadi kami lihat dana semua akan terserap dengan baik, dan itu akan terjadi penyebaran, dan itu saya kira akan menggerakkan ekonomi di bawah. Karena pada dasarnya, seperti yang di Menteri Keuangan sampaikan, kalau uang itu berputar di bawah, itu kan menggerakkan ekonomi,” jelasnya.
Lebih jauh, Luhut menekankan bahwa manfaat MBG menjadi sangat relevan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Oleh karena itu, dia menegaskan program tersebut tidak perlu dihentikan karena sudah menunjukkan perkembangan positif.
“Nggak usah dihentikan, kita sudah lihat bagus kok. Apanya dihentikan? Ya kan memulainya ini yang jadi masalah. Kita kadang-kadang tuh pengen cepat buahnya. Seperti gigit cabai langsung pedasnya, nggak bisa gitu,” ujar Luhut.
Dalam kesempatan sama, Luhut meminta Dadan untuk memastikan seluruh anggaran yang sudah disiapkan pemerintah benar-benar digunakan. Ia menilai serapan anggaran yang optimal dapat menggerakkan ekonomi di daerah.
MBG sendiri merupakan program andalan Presiden RI Prabowo Subianto. Sayangnya, program ini mendapat sorotan tajam lantaran dinilai lambat dalam penyerapan anggaran.
Lantaran dinilai lambat, Purbaya menyatakan siap mengalihkan anggaran MBG senilai Rp71 triliun jika hingga Oktober 2025 tidak terserap optimal. Ia menilai anggaran yang tidak digunakan justru membebani keuangan negara karena tetap menimbulkan beban bunga utang.
“Kalau ditemukan masih nganggur, kita bantu secepatnya supaya terpakai. Tapi kalau tidak bisa juga, kita ambil duitnya. Kan begitu, fair kan. Karena daripada nganggur duitnya, kan saya bayar bunga juga, saya akan alihkan ke tempat lain yang lebih siap,” ujar Purbaya dalam kesempatan terpisah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat 19 September 2025 lalu.
Ia menambahkan salah satu opsi pengalihan anggaran jika penyerapan MBG tak optimal adalah memperpanjang program bantuan beras untuk masyarakat miskin.
“Yang 2 kali 10 kg beras kan bisa diperpanjang ke situ kalau memang tidak bisa diserap. Tapi kalau memang bisa diserap kan bagus,” katanya.
Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana sebelumnya menyebut penyerapan anggaran MBG terus menunjukkan tren positif. Ia melaporkan serapan telah mencapai Rp21,64 triliun atau sekitar 34 persen dari total anggaran Rp71 triliun.
Dari jumlah tersebut, Rp18,63 triliun disalurkan untuk bantuan makan bergizi, dengan cakupan 37 persen penerima manfaat.
Dadan menjelaskan lambatnya penyerapan di awal tahun disebabkan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih sedikit. Namun, kini jumlahnya meningkat signifikan menjadi lebih dari 8.000 unit dan ditargetkan mencapai 20 ribu unit pada November.

















Discussion about this post