Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Ekonomi

Hadapi Industri 4.0, BLK Harus Menyesuaikan Permintaan Pasar

Suara Nusantara by Suara Nusantara
12 April 2019
in Ekonomi, Featured
Reading Time: 2 mins read
A A
Marinus Gea (kiri) mengatakan, menghadapi Industri 4.0, BLK perlu menyesuaikan dengan permintaan pasar.(dok. Marinus Gea)

Marinus Gea (kiri) mengatakan, menghadapi Industri 4.0, BLK perlu menyesuaikan dengan permintaan pasar.(dok. Marinus Gea)

2
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) terus didengungkan Presiden Joko Widodo untuk menghadapi perkembangan teknologi yang begitu pesat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, alokasi anggaran yang cukup dibutuhkan, khususnya bagk Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai tulang punggung dalam mencetak pekerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar. 
 
Namun, menurut Anggota Komisi IX DPR RI Marinus Gea, kondisi BLK di daerah masih jauh tertinggal untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha di kawasan industri baru.

Kata Politisi PDI Perjuangan ini, dalam menghadapi industri 4.0, BLK perlu menyesuaikan dengan permintaan pasar yang cenderung berubah seiring perkembangan teknologi digital. Kini, BLK masih menggunakan teknologi lama dengan standar pelatihan yang sudah tertinggal alias konvensional. 
 
“Dunia kerja membutuhkan tenaga profesional yang mampu mengikuti perkembangan dengan teknologi yang ada. Ini yang jadi kesalahannya,” ujar Marinus, Kamis (11/4/2019). 
   
Selain teknologi, faktor kurikulum dan SDM di BLK juga perlu mendapatkan pelatihan yang menyesuaikan dengan kebutuhan industri. Sehingga, kegiatan pelatihan yang dilakukan bisa mencetak tenaga kerja berkemampuan tinggi dan mampu bersaing dengan pekerja lainnya.    

BACAJUGA

Prabowo Klaim Indonesia Akan Jadi Negara Ekonomi Terbesar ke Empat, Kapan?

Marinus Gea Usul Indonesia Segera Miliki Undang-Undang tentang AI

Saat kegiatan kunjungan kerja ke BLK, Marinus menceritakan para pengurus BLK yang ingin mengganti teknologi dengan yang baru akan tetapi terbentur anggaran.

“Mereka bilang bagaimana mau mengganti peralatan, anggarannya saja tidak ada. Ini kembali ke persoalan anggaran negara,” ucap Marinus.

Sementara itu, Kepala Disnaker Provinsi Banten Al Hamidi tak menampik banyak kendala untuk menghadapi industri 4.0 tersebut. Dua kendala yang dirasakan, yakni anggaran serta keterbatasan SDM. 

“Kalau dibilang anggaran kurang, ya kita kurang,” katanya.

Disnaker telah mendatangkan beberapa mesin bubut yang sesuai dengan kebutuhan industri untuk digunakan BLK. Akan tetapi, jumlahnya masih jauh dari ideal. Sarana pendukung dengan teknologi kekinian pun menjadi masalah tersendiri bagi BLK, yakni kemampuan instruktur.

“Kalau mesinnya canggih juga instrukturnya belum siap,” akunya. 

Pihaknya terus berupaya maksimal untuk menghadapi era industri digital dengan melengkapi sarana sesuai kebutuhan industri saat ini.

“Kami berikan pelatihan desain, komputer, fotografi dan bisnis online,” katanya.

Berdasarkan data Kemenaker, ada 514 BLK pemerintah, sedangkan BLK swasta jumlahnya lebih sedikit hanya 58. Hanya saja, jika mengacu pada data pantau PJTKI, jumlah BLK swasta jauh lebih banyak hingga mencapai 189. 

Pada tahun 2019, Kemenaker akan membangun 1.000 BLK komunitas. Pembangunan BLK ditujukan antara lain untuk memaksimalkan bonus demografi pada 2025 hingga 2030.

Bonus demografi yang berupa banyaknya angkatan kerja, harus diantisipasi dan jadi keuntungan bagi negara.

Pembangunan BLK Komunitas ini sejalan dengan kebijakan Joko Widodo untuk menjadikan tahun 2019 sebagai tahun pengembangan SDM melalui pendidikan dan pelatihan vokasi.

Anggaran dalam pembentukan 1.000 BLK Komunitas ini sebesar Rp1 triliun sehingga setiap lembaga atau komunitas yang melakukan perjanjian kerja sama dengan pemerintah mendapatkan dana sebesar Rp1 miliar.(ger/and)

Tags: BLKDPR RIEkonomiIndustri 4.0Komisi IX DPR RIMarinus GeaTenaga Kerja
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Harga emas Antam turun per Senin 20 Juli 2026 (Freepek)
Ekonomi

Senin 20 Juli Harga Emas Antam Turun ke Level Rp 2,610 Juta, Buyback Ikutan Merosot Berikut Harga Lengkapnya

by Feri Spt
20 July 2026

Suaranusantara.com- Senin 20 Juli 2026 perdagangan emas batangan PT...

Menkeu Purbaya tolak tawaran bantuan pinjaman dana dari IMF (Instagram @tuturmediadigital)
Ekonomi

Terkuak! Ini Alasan Purbaya Tolak Tawaran Pinjaman dari IMF Senilai US$ 30 Miliar, Kemenkeu Beberkan

by Feri Spt
26 June 2026

Suaranusantara.com- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membeberkan alasan Menteri Keuangan (Menkeu)...

Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026

Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026 Digelar 26-28 Juni di Bandung, Catat Lokasinya!

23 June 2026
Viral Warga Cilincing Sukses Raup Puluhan Juta dari Tulang Ikan

Viral Warga Cilincing Sukses Raup Puluhan Juta dari Tulang Ikan

17 June 2026
Harga Emas Perak

Update Harga Emas Antam Rabu: Harga Per Gram Rp 2.733.000, Buyback Rp 2.514.000

17 June 2026
Harga BBM Pertamina jenis Pertamax mulai hari ini Rabu 10 Juni 2026 resmi naik (Instagram @ntvnews.id)

Harga Pertamax Melonjak, Pertamina Pastikan Pasokan Pertalite Tetap Aman

14 June 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

1 year ago
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

5 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

5 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

5 months ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

5 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Kepala BGN Sudaryono angkat bicara soal tudingan anggaran MBG gerus anggaran pendidikan (Instagram @badangizinasional.ri)
Nasional

Program MBG Dituding Gerus Anggaran Pendidikan, Kepala BGN Bantah

by Feri Spt
30 July 2026

Suaranusantara.com- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut-sebut telah menggerus anggaran pendidikan yang cukup besar. Hal ini pun...

Kepala BGN Sudaryono bicara soal sekolah rusak di Grobogan (Instagram @badangizinasional.ri)

Kepala BGN Ogah Dikaitkan Sekolah Rusak dengan Program MBG: Mohon Maaf Enggak Nyambung

30 July 2026
Kepala BGN Sudaryono bicara soal 116 juta rakyat Indonesia lapar kurang makan (Instagram @badangizinasional.ri)

Data Kemenkes Ditemukan Sebanyak 116 Juta Rakyat Lapar Kurang Makan, Kepala BGN Respon Begini

30 July 2026
MRT sekarang bisa tap in-out pakai kartu kredit (Instagram @jktcreativemedia)

Nggak Pake Ribet! Pertama di Indonesia Naik MRT Sekarang Bisa Tap In-Out Kartu Kredit

30 July 2026
MRT Jakarta kini tap in-out kartu kredit salah satunya dari bank Mandiri (Instagram @dishubdkijakarta)

Naik MRT Kini Cukup Tap In-Out Kartu Kredit, Bank Mandiri Dukung Dapatkan Cashback 50 Persen

30 July 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com