Suaranusantara.com- Kuasa hukum Anthony Xie, Rendi Rumapea mengungkap alasan Audi Marissa menggugat cerai kliennya usai menjalani rumah tangga selama hampir enam tahun.
Adapun Audi Marissa menggugat cerai Anthony Xie di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada 11 Agustus 2026.
Audi mendaftarkan gugat cerai melalui kuasa hukumnya dan terdaftar dalam nomor 957/Pdt.G/2026.
Rendi mengatakan perbedaan visi dan prinsip menjadi keputusan untuk mengakhiri rumah tangga Audi dan Anthony.
Salah satu pasangan ini, kata Rendi menyebutkan bahwa rumah tangga yang telah dibina sejak 12 September 2020 lalu tak lagi bisa dipertahankan.
“Pasti visi misinya udah nggak sama, udah cekcok ya, dan memang mereka merasa bahwa tidak bisa lagi nih dipertahankan rumah tangganya, gitu,” ungkap Rendi Rumapea di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa 1 September 2026
Sebelumnya, beragam spekulasi muncul terkait penyebab perceraian Audi Marissa dan Anthony Xie. Dugaan adanya orang ketiga hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sempat menjadi perbincangan publik.
Namun, Rendi enggan membeberkan lebih jauh mengenai persoalan yang menjadi penyebab perceraian tersebut.
Menurutnya, ada hal yang berkaitan dengan perkara dan bersifat pribadi sehingga tidak dapat disampaikan kepada publik.
“Eh lebih tepatnya ada hal-hal yang tidak bisa kami sampaikan,” ujarnya.
Sidang perdana Audi dan Anthony akan berlangsung pada Kamis 3 September 2026 besok.
Rendi juga memperkirakan Audi Marissa dan Anthony Xie akan hadir secara langsung dalam persidangan perdana. Kehadiran kedua pihak diperlukan untuk mengikuti tahapan mediasi yang menjadi bagian dari proses perceraian di pengadilan.
“Eh kemungkinan besar, penggugat dan tergugat akan hadir,” jelas Rendi.
Ketika dikonfirmasi mengenai isu perbedaan keyakinan yang sempat dikaitkan dengan rumah tangga Audi Marissa dan Anthony Xie, Rendi mengaku tidak mengetahui secara detail persoalan tersebut. Ia hanya menyebut gugatan yang diajukan berkaitan dengan perkara perceraian secara Kristen.
“Eh setahu saya, saya tidak paham ya sampai ke sana ya. Hanya saja memang gugatannya secara Kristen,” tutur Rendi.
Rendi menegaskan gugatan cerai tersebut muncul setelah kedua belah pihak merasa rumah tangga mereka sudah tidak dapat lagi dipertahankan. Ia menyebut keputusan mengakhiri pernikahan diambil setelah keduanya mempertimbangkan kondisi rumah tangga masing-masing.
“Hanya saja eh sampai akhirnya ada gugatan cerai karena memang masing-masing sudah merasa tidak bisa lagi untuk diperjuangkan rumah tangganya, seperti itu,” pungkas Rendi.


















Discussion about this post