Suaranusantara.com- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu 2 April 2025 mengumumkan tarif timbal balik resiprokal ke seluruh negara dengan besaran yang berbeda di setiap negara.
Tarif Trump ini dinilai oleh para pemimpin negara begitu tinggi sehingga dikhawatirkan berdampak buruk bahkan bisa-bisa mengganggu perekonomian dunia.
Contohnya, Vietnam yang dikenakan tarif Trump sebesar 46 persen. Indonesia pun dikenakan tarif yang juga tinggi mencapai 32 persen.
Lantaran tarif Trump yang tinggi, sejumlah negara mengecam kebijakan tersebut hingga mulai melakukan berbagai macam strategi yang di mana upaya pembalasan terhadap AS.
Dan berikut strategi sejumlah negara menghadapi tarif Trump:
China
Komisi Tarif Dewan Kementerian Keuangan China menyebut tarif yang diberlakukan Trump tak sejalan dengan aturan perdagangan internasional dan sangat merugikan China.
Jika diakumulasikan dengan tarif timbal balik, total tarif efektif atas produk China yang masuk ke AS kini mencapai 54 persen.
China lantas balik menjatuhkan tarif impor sebesar 34 persen untuk seluruh barang dari Amerika Serikat.
“Tarif sebesar 34 persen akan dikenakan untuk semua barang impor yang berasal dari Amerika Serikat berdasarkan tarif yang berlaku saat ini,” demikian pernyataan resmi pemerintah China pada 4 April.
Uni Eropa
Uni Eropa juga siap memberi balasan usai Trump mengumumkan tarif impor sebesar 20 persen ke blok ini.
Juru bicara pemerintah Prancis Sophie Primas mengatakan Uni Eropa mempersiapkan tanggapan perang tarif Trump dengan dua tahap. Tanggapan awal akan berlaku sekitar pertengahan April terkait alumunium dan baja.
Tahap kedua Uni Eropa akan menargetkan semua produk dan layanan dengan langkah-langkah yang mungkin sudah siap pada akhir April.
“Kami akan menyerang layanan. Misalnya layanan daring yang saat ini tak dikenai pajak, tetapi bisa saja dikenai pajak,” ungkap dia, dikutip Channel News Asia.
Ketua Uni Eropa von der Leyen juga sempat mengatakan blok ini akan menerapkan bea masuk barang AS termasuk wiski, sepeda motor, dan bourbon hingga 50 persen.
Namun, von der Leyen mengatakan masih ada waktu untuk negosiasi sembari menyelesaikan tanggapan tarif logam dari AS, demikian dikutip Wall Street Journal.
Kanada
Perdana Menteri Mark Carney mengatakan Kanada akan menanggapi tarif Trump dengan menjatuhkan tarif sebesar 25 persen untuk kendaraan alias otomotif yang diimpor dari AS.
Namun Carney mengatakan tindakan balasan Kanada tidak akan mempengaruhi suku cadang mobil.
“Karena kami mengetahui manfaat dari sistem produksi terpadu kami,” kata dia, dikutip Politico pada pekan lalu.
Lebih lanjut, Carney mengatakan tindakan balasan Kanada yang diumumkan sebelumnya akan tetap berlaku.
Pejabat Kanada sebelumnya mengatakan tarif 25 persen akan dikenakan untuk barang-barang AS senilai sekitar US$42 miliar, termasuk buah-buahan dan sayur-sayuran, peralatan, dan minuman keras.
Kanada juga menambah daftar barang seperti komputer hingga peralatan olahraga
Vietnam
Vietnam pun bersiap menghadapi kebijakan tarif Trump tersebut dengan menerapkan sejumlah kebijakan untuk produk AS.
Salah satunya adalah pemerintah berencana akan melakukan pemangkasan terhadap sejumlah tarif produk AS yang masuk ke Vietnam.
Selain itu, Vietnam juga berkomitmen untuk mengimpor produk AS seperti pesawat dan pertanian.
Hal itu disampaikan Trump langsung usai melakukan komunikasi dengan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam To Lam.
“Baru saja melakukan panggilan telepon yang sangat produktif dengan To Lam, Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, yang memberi tahu saya bahwa Vietnam ingin memangkas tarif mereka hingga nol jika mereka mampu membuat kesepakatan dengan AS,” tulis Trump di platform sosial Truth miliknya, dikutip dari Reuters, Minggu 6 April 2025.


















Discussion about this post