Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Internasional

Konklaf 2025: Apakah Mungkin Paus Baru Berasal dari Negara Muslim? Begini Penjelasan Pengamat

Feri Spt by Feri Spt
8 May 2025
in Internasional
Reading Time: 1 min read
A A
Kardinal Suharyo, menjadi salah satu kardinal dari negara Muslim terbesar yakni Indonesia, mengikuti konklaf pemilihan Paus baru di Kapel Sistina (instagram @humaskaj)

Kardinal Suharyo, menjadi salah satu kardinal dari negara Muslim terbesar yakni Indonesia, mengikuti konklaf pemilihan Paus baru di Kapel Sistina (instagram @humaskaj)

4
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Sejak Rabu sore 7 Mei 2025 konklaf pemilihan Paus baru mulai digelar di Kapel Sistina, Vatikan. Pada konklaf 2025 ini diikuti oleh sebanyak 133 Kardinal dari berbagai belahan dunia, bahkan termasuk negara-negara dengan penduduk mayoritas Muslim.

Salah satunya yang mengikuti konklaf pemilihan Paus baru dari negara mayoritas Muslim adalah Indonesia.

Indonesis diketahui memiliki satu-satunya Kardinal yakni Kardinal Ignatius Suharyo yang merupakan Uskup Agung Jakarta.

BACAJUGA

Sejumlah Tokoh GNB Ada Kardinal Suharyo, Romo Magnis hingga Sinta Nuriyah Temui Megawati Soekarnoputri di Menteng, Ada Apa?

Habemus Papam! Akhirnya Tahta Gereja Katolik Terisi, Robert Francis Prevos Jadi Paus Leo XIV Pertama dari AS

Lantas apakah Paus terpilih nanti kemungkinan bisa berasal dari negara Muslim?

Diketahui, Kepausan secara historis dipegang oleh para kardinal dari negara-negara dengan mayoritas Katolik.

Pada konklaf tahun ini sangat berbeda, sebab
tidak hanya tertuju pada Eropa sebagai pusat tradisional Gereja Katolik, melainkan juga pada negara-negara minoritas Katolik, termasuk Indonesia.

Konklaf 2025 diperkirakan akan menjadi yang paling beragam secara geografis dalam sejarah Gereja Katolik.

Jika ditelusuri kembali ke akar bahasa Latinnya, istilah “konklaf” secara kasar diterjemahkan menjadi “di bawah kunci dan gembok,” menurut Kathleen Sprows Cummings, seorang pakar Paus Fransiskus yang diakui secara nasional dan profesor Studi dan Sejarah Amerika di Universitas Notre Dame.

Kardinal Suharyo yang berasal dari negara mayoritas Islam, kehadirannya di konklaf menyiratkan perubahan arah dalam Gereja Katolik global.

Memang namanya bukanlah masuk kandidat terkuat pengganti Paus Fransiskus. Akan tetapi mendiang Paus Fransiskus pada saat melakukan kunjungan ke Indonesia 3-6 September 2024 lalu memuji Gereja Katolik di Indonesia sebagai komunitas kecil namun “hidup dan dinamis”.

“Gereja Katolik di Indonesia, meski hanya mencakup 3% dari populasi, menunjukkan kekuatan spiritual yang luar biasa dalam keragaman budaya,” ujar Paus Fransiskus saat itu.

Dalam wawancara, Dr. Joel Hodge, pakar teologi dari Universitas Katolik Australia, menyatakan bahwa peluang paus dari negara non-Katolik semakin terbuka.

“Geopolitik jelas menjadi pertimbangan. Yang terpenting bukan asal negaranya, tapi teologi, spiritualitas, dan gaya kepemimpinannya,” jelasnya.

Bahkan Mongolia dengan mayoritas penduduk Islam, kini memiliki Kardinal. Ini menjadi perkembangan yang luar biasa.

“Bahkan negara seperti Mongolia kini punya kardinal. Ini perkembangan signifikan,” ujarnya lagi.

Sementara itu, banyak yang melihat konklaf kali ini sebagai titik balik, saat suara dari pinggiran dari negara-negara seperti Timor Leste, Filipina, dan Indonesia mulai diperhitungkan dalam pengambilan keputusan tertinggi Gereja.

Meski Kardinal Suharyo tidak secara terbuka menyatakan ambisi untuk menjadi paus, sosoknya dikenal blak-blakan dan progresif.

Karakter ini mungkin mencerminkan kebutuhan zaman, yakni pemimpin yang tidak hanya rohani, tetapi juga mampu menjawab tantangan sosial-politik global secara bijak.

Tags: Kardinal SuharyoKonklafnegara Muslimpemilihan Paus baru
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Internasional

PM India Narendra Modi Akan Kunjungi Indonesia pada 2026

by Fifi
17 June 2026

Suaranusantara.com - Perdana Menteri India Narendra Modi dijadwalkan berkunjung...

Internasional

Emir Qatar Sheikh Tamim Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada Akhir 2026

by Fifi
16 June 2026

Suaranusantara.com - Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al...

Presiden Palestina Puji Kepemimpinan Prabowo, Sebut Indonesia Kian Berpengaruh di Dunia

16 June 2026

Prabowo Terima Telepon dari Presiden Palestina, Bahas Apa?

16 June 2026

Prabowo-Presiden Jerman Sepakat Konflik Global Harus Diselesaikan Lewat Jalur Diplomasi

15 June 2026
Wakil PM Qatar Temui Prabowo di Istana, Sampaikan Pesan Khusus dari Emir Qatar

Wakil PM Qatar Temui Prabowo di Istana, Sampaikan Pesan Khusus dari Emir Qatar

3 June 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

1 year ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

4 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

4 months ago
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

4 months ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

4 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Guntur Romli bicara soal Presiden Prabowo yang menyebut hati PDI Perjuangan sama dengan pemerintah (Instagram @gunromli)
Nasional

Guntur Romli Setuju dengan Prabowo Soal Hati PDI Perjuangan ke Pemerintah: Membela Bangsa dan Negara Tidak Bergantung Posisi Politik

by Feri Spt
25 July 2026

Suaranusantara.com- Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli merespon soal pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebutkan bahwa hati...

Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo bicara hati PDI Perjuangan ke pemerintah (Instagram @ganjar_pranowo)

Ganjar Pranowo Tanggapi Soal Prabowo Sebut Hati PDI Perjuangan ke Pemerintah

25 July 2026
Final LCC Empat Pilar MPR Maluku Utara Berakhir, SMAN 8 Kota Ternate Bawa Pulang Gelar Juara Provinsi

Final LCC Empat Pilar MPR Maluku Utara Berakhir, SMAN 8 Kota Ternate Bawa Pulang Gelar Juara Provinsi

25 July 2026
Ajbar Hadiri Sidang Majelis Sinode Am XXI Gereja Toraja Mamasa dan Gelar Sarasehan Kebangsaan

Ajbar Hadiri Sidang Majelis Sinode Am XXI Gereja Toraja Mamasa dan Gelar Sarasehan Kebangsaan

25 July 2026
Febrie Adriansyah tiba di rutan KPK tanpa mengenakan rompi tahanan (Instagram @koranbaliexpress)

Jadi Ini Alasannya Febrie Adriansyah Tak Kenakan Rompi Pink, Kejagung Beberkan

25 July 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com