Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Internasional

Pertama Kalinya, Jumlah Kardinal Asia Terbanyak Ikut Konklaf 2025

Feri Spt by Feri Spt
7 May 2025
in Internasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Kardinal Suharyo, menjadi salah satu kardinal dari negara Muslim terbesar yakni Indonesia, mengikuti konklaf pemilihan Paus baru di Kapel Sistina (instagram @humaskaj)

Kardinal Suharyo, menjadi salah satu kardinal dari negara Muslim terbesar yakni Indonesia, mengikuti konklaf pemilihan Paus baru di Kapel Sistina (instagram @humaskaj)

3
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Hari ini Rabu 7 Mei 2025 konklaf pemilihan Paus baru akan segera dimulai. Para Kardinal dari berbagai belahan dunia diketahui telah berkumpul di Vatikan.

Diketahui, ada sebanyak 132 Kardinal elektor daei berbagai belahan dunia yang mengikuti konklaf pemilihan Paus baru.

Menariknya, pada konklaf pemilihan Paus baru 2025 ini, mencetak sejarah. Sebab, jumlah kardinal Asia terbanyak yang berpartisipasi.

BACAJUGA

Daftar Bandara Terbersih Dunia 2026, Asia Kuasai Peringkat Teratas

Eddy Soeparno: Dengan Kolaborasi Lintas Sektor Indonesia Siap Jadi Hub CCS-CCUS di Asia

Hal ini menjadi pertanda pergeseran pengaruh global dalam Gereja Katolik.

Ada sebanyak 23 Kardinal dari Asia tercatat mengikuti konklaf. Ini adalah jumlah tertinggi sepanjang sejarah Gereja Katolik.

Kehadiran mereka menandai babak baru dalam dinamika global Gereja, mencerminkan pertumbuhan pesat umat Katolik di kawasan Asia dan berpotensi besar memengaruhi pemilihan Paus berikutnya.

Dari total 37 kardinal asal Asia, 14 di antaranya telah melewati usia 80 tahun dan tidak berhak memberikan suara dalam konklaf ini.

Partisipasi 23 kardinal Asia ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan konklaf-konklaf sebelumnya. Hal ini menunjukkan pergeseran geografis dalam komposisi College of Cardinals, yang sebelumnya didominasi oleh Eropa.

India menjadi negara dengan kontribusi terbesar, mengirimkan empat kardinal ke Konklaf 2025, mewakili beragam latar belakang dalam Gereja Katolik India. Filipina, negara dengan populasi Katolik terbesar di Asia, juga mengirimkan tiga kardinal.

Jumlah kardinal Asia yang signifikan ini diperkirakan akan memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap jalannya konklaf dan hasil pemilihan Paus.

Pertumbuhan Gereja Katolik di Asia, yang tercermin dalam jumlah kardinal yang semakin meningkat, menjadi faktor penting dalam pergeseran dinamika kekuasaan di dalam Gereja Katolik global.

“Konklaf ini menandai babak baru dalam sejarah Gereja Katolik,” ungkap seorang pengamat Vatikan pada Selasa 6 Mei 2025.

Kehadiran empat kardinal dari India merupakan jumlah tertinggi dari negara-negara Asia dalam Konklaf 2025.

Keempat kardinal tersebut mewakili berbagai latar belakang dan pandangan dalam Gereja Katolik India, sehingga diharapkan dapat memberikan perspektif yang beragam dalam proses pemilihan Paus.

Filipina, dengan tiga kardinalnya, juga memiliki peran penting dalam konklaf ini, mengingat Filipina merupakan negara dengan populasi Katolik terbesar di Asia.

Selain India dan Filipina, sejumlah negara Asia lainnya juga mengirimkan perwakilannya ke Konklaf 2025. Kehadiran kardinal-kardinal dari berbagai negara Asia ini menunjukkan keberagaman budaya dan teologi dalam Gereja Katolik di kawasan tersebut. Hal ini diperkirakan akan memperkaya proses diskusi dan pengambilan keputusan dalam pemilihan Paus.

Beberapa kardinal Asia yang hadir, seperti Kardinal Baselios Cleemis dari India, Kardinal Malcolm Ranjith dari Sri Lanka, dan Kardinal Luis Antonio Tagle dari Filipina, telah berpengalaman mengikuti konklaf sebelumnya.

Ketiga kardinal ini pernah berpartisipasi dalam konklaf 2013 yang memilih Paus Fransiskus. Pengalaman mereka tentu akan menjadi aset berharga dalam konklaf 2025.

Meningkatnya jumlah kardinal Asia dalam Konklaf 2025 menunjukkan pergeseran signifikan dalam komposisi College of Cardinals.

Dominasi Eropa yang selama ini terlihat mulai berkurang, digantikan oleh pengaruh Asia yang semakin besar. Hal ini berpotensi memengaruhi arah dan kebijakan Gereja Katolik di masa depan.

Meskipun tidak dapat dipastikan secara pasti, pengaruh Asia dalam pemilihan Paus 2025 diperkirakan akan cukup signifikan.

Suara dari kardinal-kardinal Asia akan menjadi faktor penting dalam menentukan kandidat yang akan dipilih sebagai penerus Paus Fransiskus. Perdebatan dan negosiasi di antara para kardinal, termasuk dari Asia, akan menentukan arah Gereja Katolik untuk tahun-tahun mendatang.

Tiga kardinal Asia, yaitu Kardinal Baselios Cleemis, Kardinal Malcolm Ranjith, dan Kardinal Luis Antonio Tagle, pernah mengikuti konklaf 2013.

Ketiganya ditunjuk oleh Paus Benediktus XVI dan menjadi saksi transisi kepemimpinan Gereja yang penting. Pengalaman mereka dalam konklaf sebelumnya akan sangat berharga dalam konklaf 2025.

Konklaf 2025 diharapkan akan menghasilkan pemimpin Gereja Katolik yang mampu menghadapi tantangan global dan merespon kebutuhan umat Katolik di seluruh dunia, termasuk di Asia yang berkembang pesat.

Jumlah kardinal Asia yang signifikan dalam Konklaf 2025 merupakan bukti nyata dari pertumbuhan dan perkembangan Gereja Katolik di Asia. Hal ini juga menandai sebuah tonggak sejarah dalam Gereja Katolik global, di mana pengaruh Asia semakin diakui dan dipertimbangkan.

Tags: ASiaGereja KatolikKardinalKonklaf
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Internasional

PM India Narendra Modi Akan Kunjungi Indonesia pada 2026

by Fifi
17 June 2026

Suaranusantara.com - Perdana Menteri India Narendra Modi dijadwalkan berkunjung...

Internasional

Emir Qatar Sheikh Tamim Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada Akhir 2026

by Fifi
16 June 2026

Suaranusantara.com - Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al...

Presiden Palestina Puji Kepemimpinan Prabowo, Sebut Indonesia Kian Berpengaruh di Dunia

16 June 2026

Prabowo Terima Telepon dari Presiden Palestina, Bahas Apa?

16 June 2026

Prabowo-Presiden Jerman Sepakat Konflik Global Harus Diselesaikan Lewat Jalur Diplomasi

15 June 2026
Wakil PM Qatar Temui Prabowo di Istana, Sampaikan Pesan Khusus dari Emir Qatar

Wakil PM Qatar Temui Prabowo di Istana, Sampaikan Pesan Khusus dari Emir Qatar

3 June 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

3 months ago
Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

11 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

3 months ago
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

3 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

3 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Nasional

Menpora Ungkap Peluang Indonesia jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN 2026

by Fifi
20 June 2026

Suaranusantara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengungkapkan peluang Indonesia menjadi salah satu tuan rumah...

Presiden Prabowo Setujui Anggaran Pelatnas dengan Skema Multi Years

20 June 2026

Prabowo Panggil Erick Thohir dan Pelatih Timnas ke Hambalang, Bahas Masa Depan Olahraga Nasional

20 June 2026
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Multipihak Kunci Kejar Ketertinggalan Literasi

19 June 2026
Wakil Ketua MPR-RI Hidayat Nur Wahid (HNW) (dok suaranusantara.com)

HNW Dukung Perdamaian AS-Iran: Untuk Hindarkan Dunia dari Krisis dan Kembali Fokus Atasi Tragedi di Gaza Merdekakan Palestina

19 June 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com