Suaranusantara.com- Uskup Agung Jakarta, Kardinal Suharyo diketahui pada hari ini Senin 14 April 2025 menjenguk Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang tengah ditahan di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (Rutan KPK).
Kardinal Suharyo diketahui tiba di Rutan KPK pada pukul 10.45 WIB dan langsung mendaftar terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam rumah tahanan untuk bertemu Hasto Kristiyanto.
Kardinal Suharyo bertemu Hasto Kristiyanto selama kurang lebih satu jam lamanya. Suharyo pun mengungkap isi pembicaraan bersama Sekjen PDI Perjuangan itu.
Kardinal Suharyo mengatakan alasan menjenguk Hasto di Rutan KPK lantaran dirinya dengan Sekjen PDI Perjuangan itu sudah saling kenal lama sejak tinggal di Yogyakarta. Terlebih lagi keduanya sama-sama orang Yogyakarta.
Kardinal Suharyo mengatakan Hasto Kristiyanto tinggal di rumah yang dekat dengan lapangan sepak bola. Pada kala itu, Uskup Agung Jakarta sering bermain bola di dekat rumah Hasto.
“Pak Hasto itu rumahnya di Jalan Kaliurang di Gentan. Di depan rumahnya, di sebelah rumahnya itu ada lapangan sepak bola. Saya dulu tinggal di sana itu 16 tahun, lebih 23 tahun tambah 7 malahan. Saya sering main sepak bola di lapangan itu,” ungkap Suharyo pada Senin 14 April 2025.
Setiap selesai main bola kata Suharyo sering mampir ke rumah keluarga Hasto. Jadi dia sudah mengenal lama Hasto termasuk keluarganya sejak lama.
“Jadi kurang lebih saya kenal dengan keluarganya karena sesudah main sepak bola, mampirnya ya ke rumahnya keluarganya Mas Hasto itu. Jadi ini bukan kenal sekarang saja, sudah lama saya kenal beliau. Itu alasan yang kedua, alasan yang pribadi,” imbuhnya.
Kardinal Suharyo menegaskan bahwa dirinya ke Rutan KPK bukan cuma menyambangi Hasto saja melainkan menemui para tahanan yang beriman Katolik.
“Bukan hanya Pak Hasto, tetapi teman-teman yang beriman katolik, tadi saya kunjungi juga,” kata Kardinal Suharyo di Rutan KPK, Jakarta.
Suharyo mengatakan, sebagai Uskup maka sudah menjadi tanggung jawabnya untuk melayani dan memperhatikan umat termasuk meski dalam kondisi terjerat kasus hukum.
“Alasannya adalah, itu tanggung jawab saya, salah satu tanggung jawab saya untuk selalu memperhatikan saudari-saudara kita yang dalam keadaan sulit. Berada di dalam tahanan pasti keadaannya sulit,” sambungnya.
Suharyo juga menegaskan, kunjungan ini juga sudah diberi contoh oleh Paus Fransiskus menjelang perayaan Hari Paskah.
Menurutnya, saat Paus Fransiskus masih dalam keadaan sehat, gemar mengunjungi para kaumnya yang beragama katolik di penjara.
“Saya juga sebagai seorang pastor di Keuskupan Agung Jakarta, mempunyai tanggung jawab seperti itu. Saya biasa mengunjungi itu di daerah, wilayah pelayanan saya di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi,” ucap Suharyo.


















Discussion about this post