Suaranusantara.com – Staf Khusus (Stafsus) Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim merespons tuntutan massa aksi yang meminta Direktur Utama Bank DKI Agus Haryoto Widodo dicopot dari jabatannya.
Diketahui, massa yang tergabung dalam Aliansi Poros Pemuda untuk Kebenaran menggelar aksi di depan Balai Kota DKI Jakarta, pada Rabu (16/4/2025).
Mereka mengkritik bobroknya jajaran direksi Bank DKI perihal gangguan layanan perbankan yang telah berlangsung lebih dari 10 hari. Bahkan hingga hari ini, layanan digital Bank DKI melalui platform JakOne Mobile belum kembali normal.
“Kita tunggu lah prosesnya. Kalau ini kan perusahaan, soalnya Bank DKI ini kan perusahaan. Bukan pemprov (pemerintah provinsi) ya,” ujar Chico kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (16/4/2025).
Chico menjelaskan, Bank DKI notabene Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta yang beroperasi secara profesional, harus menggelar rapat. Bersama pemegang saham dan berbagai pihak, untuk menentukan bilamana ada perubahan susunan direksi.
“Ini sementara waktu kita berikan kesempatan pada Pak Direktur Utama untuk menyelesaikan permasalahan yang satu ini dulu,” jelas Chico.
Diketahui, sistem layanan perbankan Bank DKI mengalami masalah tepat satu hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025 yang berlangsung lebih dari 10 hari. Imbasnya, Direktur IT Bank DKI Amirul Wicaksono dicopot dari jabatannya.
Sebelumnya terberitakan, Aliansi Poros Pemuda untuk Kebenaran menggeruduk Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Rabu (16/4/2025).
Dalam unjuk rasa damai itu, massa aksi yang berjumlah 15 orang mendirikan tenda tepat di depan Balai Kota DKI Jakarta. Adapun aksi tersebut telah berlangsung dari kemarin.
Koordinator lapangan aksi, Ahmad Setiawan menyampaikan tuntutannya kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Ia menyebut layanan perbankan Bank DKI bobrok dan meminta Direktur Utama (Dirut) Bank DKI Agus Haryoto Widodo dicopot dari jabatannya.
“Pelayanan yang bobrok, terutama di JakOne Mobile dan tarik tunai, sangat meresahkan nasabah dan terus berulang tanpa ada perbaikan,” kata dia kepada wartawan di depan Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (16/4/2025).

















Discussion about this post